Membumikan Pendidikan Ramah Lingkungan

Tanggal 22 April yang lalu seluruh masyarakat dunia tak terkecuali masyarakat Indonesia memperingati Hari Bumi. Hari Bumi atau Earth Day pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson pada 1970. Sejak saat itulah setiap tanggal 22 April para pencinta alam dan juga ormas-ormas peduli lingkungan melakukan peringatan serentak di seluruh dunia yang biasanya mengambil tema Go Green. Harapannya peringatan ini tidak sekedar seremonial semata, namun bisa memberikan sebuah arti penting dalam hidup kita.
Peringatan Hari Bumi:  Disini
Kita harus mulai sadar jika bumi kita sudah berumur tua, untuk itulah bumi harus dijaga dan dipelihara. Peringatan hari bumi merupakan momentum tepat untuk merangsang kesadaran publik akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan alam ini. Salah satu wahana paling tepat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan bumi adalah melalui pendidikan sekolah. Lewat sekolah, pendidikan sadar dan ramah lingkungan dapat ditanamkan sedini mungkin bagi para siswa. Sehingga kedepannya siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan sadar lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Harus diakui jika lingkungan hidup di Indonesia saat ini mengalami kerusakan cukup parah. Oleh sebab itulah diperlukan kesadaran semua kalangan masyarakat, termasuk kalangan civitas akademika, para siswa sekolah, dan juga para pendidik. Kesadaran terhadap lingkungan hidup dan perilaku ramah lingkungan perlu dijadikan materi pendidikan, yang tidak hanya diajarkan di ruang kelas, melainkan juga dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari di luar kelas. Perilaku ramah lingkungan dapat dilakukan mulai dari hal yang sepele, semisal membuang sampah di tempat sampah, menggunakan air secukupnya, menanam tanaman obat-obatan maupun bunga dilingkungan sekolah dan lain sebagainya.
Pendidikan ramah lingkungan sangat penting diterapkan dan diajarkan di lingkungan sekolah dengan tujuan agar peserta didik kelak menjadi manusia yang peduli dan peka terhadap lingkungan sekitarnya, terutama pada alam. Pendidikan ramah lingkungan juga dimaksudkan untuk membantu peserta didik dalam memperoleh pengertian dasar tentang bagaimana fungsi lingkungan, bagaimana cara manusia berinteraksi dengan lingkungan.
Pendidikan ramah lingkungan juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk membantu peserta didik dalam memperoleh seperangkat  nilai, motivasi dan komitmen terhadap lingkungan. Selain itu, melalui pendidikan ramah lingkungan peserta didik dapat memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menyelidiki berbagai persoalan lingkungan serta dapat berkontribusi mencari pemecahan masalah tersebut.
Lingkungan Nyaman
Kondisi lingkungan sekolah sangat berpengaruh pada pola pikir dan tingkah laku peserta didik di sekolah. Lingkungan sekolah juga merupakan media yang sangat efektif dalam proses pembelajaran, hanya saja hal itu belum dimaksimalkan oleh guru. Saat ini sebagian besar guru masih terkungkung dalam ruangan kelas dalam mengajar, padahal banyak potensi yang ada di lingkungan sekolah yang bisa dijadikan sebagai bahan ajar untuk siswa.
Sumber daya alam sekitar sekolah merupakan sumber daya lokal yang dapat dijadikan guru sebagai media pembelajaran, sehingga proses belajar-mengajar akan menjadi lebih efektif dan efisian. Karena selain dapat memberikan motivasi kepada siswa, guru dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajarannya melalui praktek langsung di lapangan. Namun, ada satu syarat bagi lingkungan yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran yaitu lingkungan yang nyaman.
Lingkungan sekolah dikatakan nyaman jika memenuhi unsur bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih dan sehat tentu menjadi dambaan bagi setiap institusi pendidikan. Lingkungan  seperti itu juga mencerminkan kehidupan warga sekolah, baik itu siswa, guru, karyawan, unsur pimpinan sekolah.  Oleh sebab itulah untuk menciptakan proses pembelajaran yang nyaman, maka diperlukan lingkungan yang bersih dan sehat. Dan tanggung jawab untuk menciptaan lingkungan yang bersih dan sehat merupakan kewajiban dan tangggungjawab bersama seluruh warga sekolah.
Proses pembelajaran di alam terbuka (luar kelas) dengan kondisi lingkungan bersih dan sehat akan menciptakan pembelajaran aktif (active learning) dan  pembelajaran menyenangkan (joyful  learning). Dengan metode pembelajaran tersebut,  siswa diharapkan dapat memiliki kesadaran lingkungan yang diwujudkan melalui perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari baik itu di sekolah maupun di rumah. Nilai-nilai tersebut diharapkan akan terbentuk melalui pembelajaran pendidikan lingkungan hidup yang diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran.  Pendidikan semacam ini merupakan sistem pembelajaran yang menjadikan alam dan lingkungan sebagai media pembelajaran secara langsung.
Pembelajaran yang mengintegrasikan tema lingkungan adalah proses berkesinambungan untuk mengembangkan fitrah dan fungsi manusia sebagai penjaga bumi (kholifatul fil ardh). Oleh sebab itulah penyelenggaraan pendidikan ramah lingkungan perlu terus didorong agar dapat terwujud perilaku peserta didik dan masyarakat agar menghargai bumi. Harapannya agar tercipta kehidupan yang bersih, sehat, aman dan nyaman. Pendidikan ramah lingkungan perlu didukung semua pihak, baik melalui pendidikan sekolah, pendidikan keluarga maupun pendidikan yang lain, dengan tujuan agar bumi ini bisa terselamatkan.Selamat hari bumi.!

No comments:

Post a Comment