Mengenang Chairil Anwar

Malam sobat....
Dalam postingan ku kali ini..aku ingin menuliskan sebuah "karya kecil" yang bertajuk puisi, syair atau entah apa namannya...salah satu alasan mengapa tiba-tiba aku ingin melakukan hal itu adalah karena keinginan untuk mengenang salah satu penyair paling "Populer" yang pernah lahir di bumi Nusantara ini, siapa penyair tersebut tak lain adalah Chairil Anwar yang lebih terkenal dengan sebutan "Binatang Jalang"... dan salah satu karya terbaiknya yang digemari oleh pecinta puisi adalah berjudul "Aku". Dan hari ini 28 April merupakan tepat 63 tahun meninggalnya sang legenda...
Chairil Anwar Disini

Aku bukanlah penyair seperti kebanyakan penyair profesional..aku cuma pecinta syair yang hingga saat ini masih belajar untuk membuat syair (meskipun tetap kesulitan)... sebagai salah satu rasa untuk mengenang sang legenda aku coba untuk menggoreskan sebuah ungkapan hati...

"Di Sudut Malam"

Pekat malam hamparkan kegelapan
Mendung hitam berterbangan di langit kelam
Sepoi angin terbangkan debu-debu jalanan
Warnai lalu-lalang langkah tak beraturan

Rintik gerimis pun datang
Hadirkan dingin menembus tulang
Seakan sudah tersekenariokan
Menjadikan malam dipenuhi kekosongan

Pelan penuh kasih sayang
Lepaskan hangat pelukan peraduan
Langkahkan kaki menuju padasan
Kucurkan air basuh semua kotoran

Bersimpuh di atas sajadah usang
Tafakkur penuh kekhusyukan
Bermuhasabah atas kekhilafan
Demi harapkan sebuah ampunan

Buliran air mata tandai penyesalan
Atas segala dosa dan kesalahan
Dengan penuh kesadaran
Akui makna sebagai al insan

Bukan picik penuh kesombongan
Ataupun bersih penuh kesucian
Melainkan koreksi diri bagi masa depan
Tuk maknai arti kehidupan


Semoga enggkau selalu menemukan kedamaian dalam tidur abadimu..hanya doa dan penghormatan atas segala jasamu bagi pertiwi...

No comments:

Post a Comment