Bulu Tangkis Nasibmu Kini

Prihatin, sedih dan kecewa, mungkin itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini, dan mungkin juga perasaan sebagian besar masyarakat Indonesia yang cinta terhadap kemajuan olah raga bangsa ini karena gagalnya tim bulu tangkis Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini Indonesia telah mengirim beberapa atlitnya untuk mengikuti kejuaraan Olympiade di London Inggris.


Salah satu cabang yang paling ditunggu-tunggu untuk bisa menyabet emas tentu saja cabang bulu tangkis. Karena selama olympiade digelar Indonesia selalu bisa menyumbangkan emas di cabang ini. namun pada perhelatan kali ini, impian dan harapan masyarakat Indonesia terkubur sudah, karena seluruh lomba bulu tangkis yang dilombakan semua pebulutangkis tanah air kalah di tangan lawan-lawannya.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Dan yang lebih mengecewakan lagi, di diskulifikasinya ganda putri Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari karena dianggap melanggar kode etik karena sengaja mengalah di babak penyisihan grup C pada Selasa, (31/7) agar bisa terhindar dari pasangan Wang Xiaoli/Yu Yang di babak perempat final. Meskipun kebenarannya masih diragukan, namun keputusan lembaga bulutangkis dunia BWF (Badminton World Federation).tersebut jelas sangat menyedihkan dan membuat malu, bukan hanya pemain tetapi juga masyarakat Indonesia secara umum. Hal itu dikarekan Indonesia merupakan salah satu negara terkuat setelah China dalam hal bulu tangkis. Sehingga sangat disayangkan, jika dikeluarkannya ganda putri indonesia dari arena Olympiade bersama dengan ganda putri korea adalah karena bermain curang.

Dari pengalaman tersebut, ke depannya pengurus bulu tangkis, pelatih dan pemain harus melakukan perubahan mendasar agar bisa berprestasi di kancah dunia. Apapun yang terjadi saat ini harus dijadikan pengalaman untuk tidak mengulangi kesalahan di tahun-tahun yang akan datang. dan semua itu butuh dorongan serta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia.

Semoga ke depan nasib bulutangkis Indonesia lebih baik lagi, dan bisa menjadi yang terbaik bukan hanya di Asia tetapi juga di dunia.

No comments:

Post a Comment