Publik Figur Semestinya Jadi Teladan

Menjelang akhir Bulan Januari di tahun baru 2013 jagad Indonesia dihebohkan dengan berita penangkapan. Jika yang ditangkap adalah pencuri kelas teri mungkin tidak akan seheboh ini, namun kali ini yang ditangkap adalah orang-orang penting yang seharusnya memberi teladan kepada masyarakat luas, karena mereka selama ini telah dianggap sebagai publik figur kelasnya nasional.


Yaa..berita penangkapan Raffi Ahmad Cs pada dinihari beberapa hari yang lalu oleh Badan Narkotika Nasional memang menjadi berita heboh diseluruh media di Indonesia, baik TV maupun media massa. Bahkan di jejarang sosial media, FB, Twitter berita tersebut menjadi trending topic. Bukan hanya Raffi yang notabenenya adalah artis papan atas nasional, ada juga Irwansyah, Zaskia Sungkar dan juga Wanda Hamidah yang politisi salah satu partai politik nasional sekaligus artis itu juga ditangkap karena masalah Narkoba. Bahkan berita tersebut juga banyak mendapat tanggapan dari para pejabat nasional, baik itu anggota DPR maupun para menteri.
Gambar

Meskipun dalam perkembangannya baik itu Irwansyah, Zaskia dan Wanda Hamidah dibebaskan karena memang tidak terbukti terlibat penggunaan obat terlarang, akan tetapi dengan ditetapkannya Raffi sebagai tersangka dan positif menggunakan obat terlarang semakin menunjukkan daftar panjang artis yang terlibat dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang. Hal tersebut tentu sangat tidak baik bukan hanya bagi pelaku, tetapi juga tidak baik bagi masyarakat yang telah menganggap mereka (artis) sebagai panutan.

Bukan hanya heboh soal berita penangkapan Raffi Ahmad Cs terkait narkoba, tak alam setelah tertangkapnya Raffi dan kawan-kawannya oleh BNN, salah satu pejabat negara dari unsur ketua Partai Politik yang selama ini terkenal paling bersih pun ditangkap oleh KPK karena dianggap terlibat dalam amsalah suap impor daging. Bahkan tersiar kabar bahwa tertangkapnya ketua parpol tersebut terindikasi ada gratifikasi seks karena bersamaan dengan itu memang staff ketua parpol tersebut yang di duga sebagai perantara tersebut tertangkap basah dengan seorang wanita di hotel di Jakarta.

Yaa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap KPK karena di duga terlibat dalam suap 1 M  kasus suap impor daging sapi. Padahal selama ini PKS sering mengkalim sebagao partai yang paling konsisten dalam mengusung prinsip-prinsip ajaran Islam, salah satunya tentu saja tidak akan melakukan KKN. Akan tetapi ternyata prinsip tersebut luntur dengan keterlibatannya sang ketua dalam masalah KKN.
gambar

Sebagai ketua partai dan juga anggota DPR seharusnya bisa memberikan teladan yang baik kepada para kadernya lebih-lebih kepada masyarakat luas. Namun dengan terbukanya kenyataan ini tentu bukan hanya citra pribadi pelaku, tetapi citra parpol yang menaunginya tentu akan tercoreng. Masyarakat juga akan semakin tidak respek dengan para pejabat negara, yang ternyata tidak bisa memberikan teladan yang baik kepada masyarakat.

Kasus yang menimpa Raffi Ahmad maupun Luthfi Hasan Ishaaq merupakan preseden buruk semakin berkurangnya publik figur yang bisa menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia. Dengan kenyataan seperti ini, masyarakat juga harus lebih selektif dalam menilai seseorang yang akan dijadikan teladan. Jika salah memilih teladan, dikahwatirkan akan membuat amsyarakat menjadi lebih kecewa. Dan sudah saatnya kita bersama melakukan instropeksi diri dan memperbanyak tobat kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam agar bisa terhindar dari pengaruh dan perbuatan yang dilarang agama dan hukum. 

No comments:

Post a Comment