Sabar dan Tingkatannya

Rencana mau postingan tentang materi khutbah Jum'at tanggal 22 Maret yang lalu, ternyata belum kesampaian. Belum sempat menulis ee tahu-tahu hari Jum'at segera datang. Ibarat sebuah janji harus ditepati, maka kuusahakan untuk mengingat kembali apa yang telah disampaikan oleh Drs. H. Ahmad Sodli, M.Ag yang bertindak selaku khotib dan imam salat Jum'at minggu kemarin. Tema yang diambil oleh sang khotib adalah tentang tingkatan sabar.

Menurut ajaran Islam sabar itu dibagi menjadi tiga, yaitu sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar untuk tidak melakukan kemaksiatan dan sabar dalam menghadapi musibah. Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan merupakan sebuah bentuk kesabaran yang harus dimiliki oleh setiap muslim, karena jika tidak memiliki kesabaran maka seorang muslim tentu tidak akan betah dalam menjalani ibada kepada Allah. Selain itu kesabaran dalam menjalani ibadah artinya seseorang harus senantiasa beribadah secara tulus dan ikhlas.
Kedua, sabar untuk tidak melakukan kemaksiatan. Dalam hal ini seseorang dituntut untuk senantiasa membiasakan diri melakukan kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Atau dalam bahasa agama sering disebut amar makruf nahi munkar (perintah kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran). Sabar dalam menjauhi kemaksiatan bukanlah pekerjaan yang mudah, karena saat ini orang lebih sering dan suka melakukan kemaksaiatan dari pada melakukan kebenaran. Berbagai kemaksiatan yang saat ini sering dilakukan oleh orang salah satunya adalah korupsi. Perbuatan maksiat ini saat ini hampir menjadi salah satu bentuk kemaksiatan yang sangat populer.

Ketiga, sabar dalam menghadapi musibah. Musibah yang dimaksudkan adalah berbagai hal yang datang di luar keinginan dan harapan hatinya, atau di luar perkiraannya. Seperti datangnya musibah yang tidak terduga, seperti kecelakaan, kematian orang yang dicintai, kehilangan barang yang berharga, musnahnya harta benda, hilangnya jabatan dan pangkat serta berbagai musibah lainnya. Semua itu harus senantiasa kita hadapi dengan penuh kesabaran.

Sabar merupakan satu sifat yang ada dalam diri setiap orang, akan tetapi tidak setiap orang mampu berlaku sabar. Sabar adalah sifat yang sulit untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi sabar bisa dilatih dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Beruntunglah orang-orang yang bisa membiasakan diri untuk selalu sabar dalam menjalani ketaatan, sabar untuk tidak melakukan kemaksiatan dan sabar dalam menghadapi musibah.

No comments:

Post a Comment