Haru, Bocah Hidupi 3 Adiknya

Wahai anak-anak di seluruh dunia berbahagialah dan bersykurlah bagi kalian yang masih memiliki orang tua, dan diberi kehidupan yang berkecukupan. Bisa makan cukup, bisa mengeyam pendidikan dengan layak dan tidak perlu bersusah payah jika ingin sesuatu karena selalu ditanggung oleh kedua orang tua. Bagi anak yang tidak bersyukur dengan kehidupan yang semacam itu, maka merupakan anak yang merugi, karena di luar sana masih banyak anak-anak yang kekurangan tanpa di dampingi oleh orang tua mereka. Bahkan ada sebagian yang harus bertahan hidup untuk dirinya sendiri dan juga untuk saudaranya.


Adalah sebuah kisah nyata, dimana aa seorang anak yang masih berumur 12 tahun yang sudah tidak memiliki ibu karena meninggal dunia dan bapaknya pergi merantau di Kalimantan harus bertahan dan mengfhidupi ke 3 adiknya yang masih kecil.  Itulah kisah haru dari seorang anak kecil yang bernama Tasripin yang berasal dari Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Tasripin, seorang anak dari kaki gunung Slamet tanpa mengenal lelah rela menjadi orang tua bagi adik-adiknya.
Sebuah perjuangan yang sangat berat tentunya, di usia yang seharusnya ia merasakan indahnya bersekolah dan bermain bersama teman-temannya, namun ia gunakan untuk bekerja setiap hari demi mencari uang demi menghidupi ke tiga adiknya. Meskipun masih memiliki seorang ayah yang bekerja di Kalimantan, tapi tetap saja ia seakan menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya untuk senantiasa bertahan untuk hidup, bahkan untuk sekedar makan.

Hidup serba kekuarangan dan makan apa adanya seakan menjadi hal sudah biasa ia alami beserta adik-adiknya, bahkan karena tidak memiliki apa-apa akhirnya ia dan kedua adiknya yang besar harus rela tidak bersekolah. Hal tersebut tentu saja akan membuats etiap orang menjadi trenyuh jika melihat kehidupan mereka. Aku sendiri hanya bisa membayangkan betapa Tasripin merupakan anak yang berjiwa malaikat, meskipun ia masih kecil namun ia memikul tanggungjawab yang sangat besar, yaitu menghidupi ketiga adiknya dengan sekuat tenaga.
Rumah Tasripin

Yang membuatku haru hingga trenyuh dan meneteskan air mata adalah, Tasripin bukan saja rela membanting tulang setiap harinya demi mencari uang untuk makan bagi adik-adiknya, ia juga mampu menjadi orang tua yang mendidik adik-adiknya dengan senantiasa mengarahkan mereka untuk tetap menjalankan kewajiban ibadah dan juga mengaji adik-adiknya. Hal yang jarang dan hampir tidak dilakukan oleh orang tua saat ini. Sungguh sebuah sosok kakak yang sangat bertanggungjawab pada adik-adiknya bukan hanya soal duniawi tetapi juga ukhrawi.

Kisah hidup Tasripin dan adik-adiknya saat ini akhirnya diketahui publik dan saat ini juga Kodim Banyumas dibantu beberap pihak membantu dengan merenovasi tempat tinggal yang selama ini digunakan Tasripin dan adik-adiknya agar lebih nyaman. Bukan hanya itu saja, sang ayah juga berencana kembali ke kampung di Banyumas demi anak-anaknya. Satu hal yang patut untuk diacungi jempol dari seorang Tasripin, meskipun sudah lama berhenti sekolah karena keadaan yang serba kekurangan, ia tetap memiliki harapan suatu saat untuk bisa bersekolah lagi. Semoga terkabul, harapan dan doa Tasripin, amien.

Cerita tentang tasripin bisa disimak disini atau disini

No comments:

Post a Comment