Pengawas Ujian, Malah Jadi Peserta

Mulai hari Senin-Rabu 6-8 Mei 2013 lalu seluruh siswa SD melakasanakan Ujian Nasional, begitu juga dengan murid-murid SDLB Negeri Ungaran. Meskupun sebagai siswa yang memiliki kebutuhan khusus, akan tetapi untuk jurusan A,B,D,E juga ada yang mengikuti ujian negara, sedangkan untuk yang jurusan Tuna Grahita (C) hanya melaksanakan ujian sekolah, yang soal-soalnya berasal dari Provinsi bukan dari pemerintah pusat.


Meskipun sebagai salah satu panitian ujian tingkat SDLB, aku juga mendapatkan jatah untuk jadi pengawas, meskipun tidak dikirim menjadi pengawas silang di SLB yang lain, akan tetapi aku mendapatkan jatah untuk menjadi pengawas di sekolah sendiri. Untuk tahun ini siswa di sekolahku yang mengikuti ujian nasioanl hanya dua orang yang dari jurusan tuna rungu wicara (B), sedangkan yang mengikuti ujian sekolah ada 5 orang yang berasal dari jurusan Tuna Grahita Ringan (C)  1 orang, dan dari jurusan Tuna Grahita Sedang (C1) 4 orang. Jadi total yang mengikuti ujian adalh 7 orang.
siswaku jurusan B kelas 5 yang ikut lomba Porseni tingkat kabupaten

Sebenarnya menjadi pengawas bagi anak-anak SLB sama saja, baik itu untuk yang jurusan B ataupun yang C, yaitu sama-sama pengawasnya yang akhirnya yang mengerjakan, karena anak-anak tersebut biasanya tidak bisa mengerjakan, apalagi anak-anak yang jurusan C1, malah lebih parah karena biasanya sama sekali gak bisa ngapa-ngapain. Hal ini terkadang menjadi dilema sekaligus tantangan bagi parta pengawas ujian. Namun biasanya hal tersebut disiasai dengan cara sekolah memberikan pengarahan kepada pengawas agar membantu mereka m,engerjakan soal.

Ada kejadian menarik saat aku dan seorang teman mendapatkan jadwal untuk jadi pengawas untuk anak-anak jurusan C dan C1. Ada 5 anak yang berada di ruang 2 yang kesemuanya adalah jurusan C, yang C (tuna grahita ringan 1 orang) dan yang C1 (Tuna grahita sedang 4 orang). Dari kelima anak ini, hanya satu yang bisa membaca yaitu yang jurusan C namanya Gabriel. Sedangkan 4 lainnya jurusan C1 gak bisa membaca, dan lebih parahnya lagi dari 4 anak ini yang dua tidak bisa menulis, wong pegang bolpoin aja sering jatuh.

Akhirnya mau gak mau aku mulai membacakan dan memberikan penjelasan kepada mereka, bagi anak C1 yang dua orang yang bisa menulis agak gampang dibantu karena merka paham soal dan bisa memilih jawaban yang benar tentu saja aku yang bacakan. Tapi yang dua anak lagi, malah bikin ketawa. Salah satu anak yang gak bisa membaca adalah Ibnu dia anak C namun agak autis, waktu itu ada soal bergambar tentang benda yang bisa terbang karena ditiup angin, dengan kunci jawaban
a. Gambar motor
b. gambar sepeda
c. Gambar layang-layang

Waktu aku tannya kepada Ibnu, 
Aku: Nu, kamu tahu gak nama-nama gambar itu..? waktu aku menujuk mulai dari a-c dijawab
Ibnu: a. Motor  b. sepeda c. layang-layang
Aku : Terus gambar mana yang kalau ditiup angin bisa terbang, lalu tanpa ku duga jawabannya sangt berbeda 
Ibnu: Pesawat pak, bisa terbang tinggi
Aku : maksud bapak, dari ketiga gambar tadi mana yang bisa terbang jika di tiup angin...??
Aku : motor bisa terbang gak...??
Ibnu : bisa pak
Aku : sepeda bisa terbang...??
Ibnu : bisa pak
Aku : layang-layang bisa terbang..??
Ibnu: bisa dunk pak...
Saat itu teman-temannya malah tertawa gaduh dengar jawabannya Ibu, lalu dari pada aku stress sendiri terus aku kasih pertanyaan sama Ibnu..
Aku : Nu, dari ketiga gambar tersebut yang bisa terbang kamu paling suka mainan yang mana..??
Ibnu : Aku seneng main layang-layang pak karena bisa terbang..
Aku : Yaa, sudah sekarang yang ada gambar layang-layang di silang ya
Ibnu : kemudian menyilang huruf c yang ada gamnbarnya layangt-layang

Meskipun Ibnu tidak bisa menulis dengan sendiri, akan tetapi dengan bimbingan yang maksimal lama-kelamaan tentu ia akan bisa menulis dan paham apa yang diajarkan oleh guru-guru yang lain. Dan semua sahabat harus tahu bahwa di SLB tidak ada siswa yang tidak lulus dalam ujian, mereka semua pasti lulus. Begitu juga dalam hal kenaikan kelas, semua anak pasti naik kelas, karena itulah yang merupakan salah satu keunikan di SLB.

No comments:

Post a Comment