Nasi Gandul

Kurang afdol rasanya bila bepergian tidak merasakan kuliner khas daerah yang kita tuju, begitu juga denganku meskipun bisa dibilang acara ke Pati tidak untuk liburan maupun bersenang-senang, akan tetapi di sela-sela mendapingi raker guru di SMK Sultang Agung Sukolilo Pati, aku juga menyempatkan diri untuk merasakan kuliner khas Pati. Apalagi kalau bukn nasi gandul, yaa nasi gandul merupakan masakan khas dari Bumi Mina Tani tersebut selain kacang Dua Kelinci.


Tepatnya saat mendampingi Raker Guru SMK Sultan Agung pada hari Jum'at 28 Juni 2013 dan setelah selesai salat Jum'at, maka semua dewan guru dan tak ketinggal juga aku dan teman 1 dari Salatiga diajak makan siang oleh tuan rumah. Ada sekitar 10 orang plus kami dari Semarang yang makan siang saat itu, pada awalnya aku tidak berpikir bahwa makan siangnya adalah nasi gandul. Setelah sampai di warung makannya, ternyata warung tersebut memang khusus menyediakan nasi gandul.

Memang  warungnya bisa dibilang kecil karena hanya bisa menampung pembeli sekitar 10 orang saja itu sudah berdesak-desakan, tapi siapa sangka warung nasi Gandul dipertigaan jalan menuju Sukolilo-Purwodadi tersebut sangat ramai sekali. Kata tuan rumah memang warung tersebut sangat terkenal dan sangat laris meskipun tidak besar warungnya.

Satu persatu kami memesan menu sesuai dengan kesukaan masing-masing, ada yang pilih daging sapi, ada yang lidah, ada yang hati ada juga yang babat. Memang warung nasi gandul yang tak bernama tersebut  hanya menyediakan nasi gandul dengan menu pelengkap berupa daging sapi, lidah sapi, hati sapi dan babat. Dengan piring yang dilambari daun pisang (dikasih lapisan daun pisang), nasi gandul dengan kuah yang mirip kuah nasi rawon di tambah dengan irisan daging sapi siap disantap dengan ditambah sambal dan kecap, dan tak lupa ada berbagai jenis krupuk yang siap menggoyang lidah.
Nasi gandul, gambar pinjem disini

Nasi gandul Sukolilo Pati tersebut satu piring/porsinya harganya adalah 10 ribu, memang bisa dibilang harganya adalah standar karena harga kebutuhan pokok mulai dari beras, harga bumbu dapur dan juga daging saat ini sedang naik. Namun jika dubanding dengan nikmatnya tentu akan terbayar lunas, karena nasi gandul yang aku rasakan di Pati memang sangat berbeda jauh dengan yang aku rasakan di Semarang meskipun yang di Semarang juga mengaku khas Pati, sayang karena aku tidak bwa kamera jadi gak bisa foto deh...hehehhee.

Yang jelas, perjalalanku ke Pati untuk mendampingi raker guru di kecamatan Sukolilo Pati juga memberikan pengalaman dalam hal kuliner, karena aku bisa langsung menikmati nikmatnya Nasi gandul khas Pati. Bagi teman-teman yang senang bepergian dan ketika singgah di daerah Pati Jawa Tengah kurang afdol rasanya jika tidak merasakan nikmatnya nasi gandul.

   

5 comments:

  1. emang mantap kan mas nasi gandul.
    Malahan ada yang harga 18 ribu mas. tapi emang lengkap banget. Ada lidah sapi, daging sapi dan telur.

    ReplyDelete
  2. Aq juga minggu kemarin habis menyantap inih :)

    ReplyDelete
  3. kirain nasinya gundul atau botak haha

    ReplyDelete
  4. kalau masakan ala Pati sdh cukup familier mas, maklum mertua asli Pati...

    ReplyDelete
  5. Tak kira nasi ditambahi gadul. Terus, bisane dinamai nasi gandul itu kenapa, Mas?

    Padahal gak ada gandulnya blas. Sambelnya itu sambel kacang, kan?

    ReplyDelete