Karnaval Kedua

Apa sih yang paling ditunggu-tunggu pada bulan Agustus? tentu saja banyak mulai dari ingin melihat upacara detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara , lihat lomba-lomba 17an Agustus hingga ingin melihat karnaval yang diselenggarakan oleh berbagai pihak baik oleh instansi, perusahaan hingga masyarakat biasa baik di kota sampai ke pelosok desa. Bulan Agustus terutama tanggal 17 memang bulan istimewa bagi rakyat Indonesia.

Bagi saya pribadi bulan Agustus tahun 2015 ini memang istimewa, karena pada bulan ini saya berkesempatan untuk mengulang sebuah moment yang pernah saya lakukan kurang lebih hampir 25 tahun yang lalu. Moment tersebut adalah mengikuti Karnaval, atau bahasa sekarang lebih dikenal dengan pawai pembangunan. Saya akui terakhir saya ikut karnaval dalam rangka menyemarakkan HUT RI adalah saat saya sekolah di MI Miftahul Ilmiyyah Mojowetan Blora kelas 5. Dan baru setelah kurang lebih 25 tahun lamanya akhirnya saya merasakan ikut karnaval lagi, dan moment tersebut terjadi saat saya bukan lagi sebagai siswa sekolah melainkan sebagai guru sekolah.
 
Stand Pendaftaran Pawai Pembangunan (Dok. Pribadi)
Tepat tanggal 19 Agustus 2015 yang lalu sekolah dimana saya mengajar berkesempatan untuk mengikuti pawai pembangunan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Keikutsertaan saya karena mendampingi siswa-siswi SLB Negeri Ungaran yang ikut dalam acara tersebut. Acara tersebut dimulai pukul 14.00 WIB (jam 2 siang) dengan start dari Alun-Alun Bung Karno Ungaran dan finish di depan Rumah Dinas Bupati Kabupaten Semarang dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 5-6 km.

Berkesan, tentu tapi juga jengkel. Berkesan karena acara sangat meriah diikuti hampir 50an lebih instansi yang rata-rata sekolah dan dinas pendidikan kecamatan serta organisasi dan lembaga pemerintah Kabupaten Semarang. Selain itu juga berbagai atraksi, busana, serta berbagai peralatan musik yang dimainkan oleh masing-masing kelompok membuat acara yang selesai sampai malam hari itu sangat meriah. Disamping itu juga penonton dari masyarakat sangat luar biasa banyaknya sehingga menyebabkan kemacetan di jalan-jalan yang dilalui peserta karnaval.
 
Peserta dan penonton berbaur sebelum acara mulai
Disamping menyenangkan dan berkesan, acara karnaval yang saya ikuti juga menjengkelkan karena peserta  semua peserta yang ikut pawai harus berpanas-panasan dibawah terik matahari dari pukul 10.00-14.00 WIB di tengah-tengah lapangan Bung Karno Ungaran yang sangat panas hanya gara-gara menunggu acara dimulai. Bayangkan saja menunggu 4 jam di lapangan yang panas tentu membuat banyak peserta terutama siswa-siswi sekolah yang akhirnya pada tumbang dan tidak bisa ikut pawai karena capek terlebih dahulu.

Meskipun demikian, acara pawai atau karnaval tahun ini merupakan moment istimewa bagi saya karena saya bisa secara langsung ikut serta dalam karnaval HUT RI ke 70 Tahun setelah sebelumnya pernah saya ikuti 25 tahun yang lalu. Semoga ke depan ada lagi karnaval dan saya bisa berkesempatan untuk ikut.

1 comment:

  1. iki to yang membuat abi capek? hehehe...

    semagat HUT RI tentu duonk yang bikin Abi betah berpanas2an di Sana??? hehe

    ReplyDelete