Resuffle Kabinet

Apa yang ditunggu-tunggu masyarakat akhirnya terjadi juga, Rabu 12/8/2015 akhirnya Presiden RI Joko Widodo melakukan resuffle kabinet kerjanya. Ada enam pos kementrian yang mengalami pergantian. Lima pos kementerian tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang semua dijabat oleh Sofjan Djalil kini diisi oleh Darmin Nasution eks Gubernur BI dan mantan Menko Perekonomian saat kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kedua Menteri Koordintor Bidang Maritim yang semula dijabat oleh Indroyono Susilo kini diisi oleh Rizal Ramli seorang ekonom ulung yang juga pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid. Ketiga adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan yang semula dijabat Tedjo Edhy Purdijatno kini dijabat oleh Luhut Binsar Pandjaitan yang semula menjabat sebagai Kepala Staff Kepresidenan. Keempat Menteri Perdagangan yang semula di jabat oleh Rahmat Gobel kini diisi oleh Thomas Lembong yang merupakan salah satu relawan Jokowi dan menjabat CEO di beberapa perusahaan.

Menteri baru hasil resuffle kabinet kerja
Selanjutnya Sofjan Djalil yang sebelumnya menjadi Menko Perekonomian digeser menjadi Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago. Dan yang terakhir adalah Sekretaris Kabinet yang semula dijabat oleh Andi Widjojanto kini diganti oleh Pramono Anung salah satu politikus senior PDIP yang jjuga merupakan mantan wakil ketua DPR RI tahun 2009-2014. Nama-nama menteri yang baru di atas diharapkan mampu membawa perubahan yang cukup signifikan dalam kabinet kerja ke depan.

Perombakan Kabinet Kerja yang dilakukan oleh Jokowi dengan masa pemerintahan yang belum genap satu tahun ini memang menjadi salah satu keinginan masyarakat, terutama resuffle untuk menteri yang berkaitan dengan masalah perekonomian. Hal itu disebabkan karena perekonomian Indonesia sejak pemerintahan baru Jokowi-JK dengan kabinet kerjanya belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Justru yang terjadi adalah perekonomian masyarakat Indonesia terus terpuruk, indikatornya adalah semakin melemahnya nilai tukar Rupiah terhada[p dollar hingga mencapai 13.000 lebih.

Sehingga sangat beralasan jika menteri yang diganti utamanya adalah menteri yang berkaitan dengan masalah ekonomi. Dengan masuknya menteri baru yang sudah berpengalaman dalam bidang ekonomi makro maupun mikro diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester kedua pemerintahan Jokowi-JK ini bisa merangkak naik meskipun levelnya tidak sampai 7%. Akan tetapi jika perekonomian Indonesia meningkat serta semua harga kebutuhan masyarakat bisa turun sehingga masyarakat tidak terjerumus lebih dalam lagi ke jurang kemiskinan.

Harapannya dengan dirombaknya kabinet kerja yang baru saja dilantik kemarin akan memacu kerja kabinet Jokowi-JK menjadi lebih baik. Terpenting adalah apa yang menjadi harapan masyarakat luas bisa terwujud yaitu terciptanya kehidupan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera, aman dan tentram. Selamat bekerja pak menteri!.


No comments:

Post a Comment