Ketemu Presiden...

Akhir-akhir ini banyak sekali pihak-pihak, maupun masyarakat yang menyalahkan pemerintah, terutama kepemimpinan Presiden Jokowi dan tandemnya Jusuf Kalla, penyebabnya tak lain karena perekonomian negeri yang sedang dalam keadaan labil. Harga kebutuhan pokok naik semua, kurs rupiah jeblok atas dollar, serta banyak perusahaan yang gulung tikar akibat semakin tingginya biaya produksi yang berakibat pada pemutusan hubungan kerja (PHK) para pekerjanya. Semua permasalahan tersebut dianggap sebagian orang karena salah urus negeri ini oleh pemimpinnya.

Meskipun banyak sekali mendapat sorotan negatif, toh presiden Jokowi tampaknya tidak mau ambil pusing dengan semua itu, karena beliau tetap bersemangat untuk kerja, kerja dan kerja meskipun slogan tersebut dianggap sebagian pemanis bibir belaka. Tradisi blusukan yang selama ini dia lakukan di daerah-daerah pun sekarang belok haluan, karena beberapa waktu yang lalu beliau blusukan kembali ke kampung-kampung di ibu kota. Sambutan masyarakat tetap seperti ketika beliau masih menjadi Gubernur DKI dahulu ya meriahhhh apalagi beliau blusukan sambil bagi-bagi sembako, siapa yang gak mau...
 
Suasana pertemua Prisiden dengan tukang Ojek dan sopir angkutan umum (gambar ambil dari sini)
Entah itu sebagai pencitraan, kampanye atau apalah sebagaimana sering dikatakan oleh banyak kalangan, akan tetapi paliing tidak hal positif yang bisa diambil dari apa yang dilakukan oleh Presiden adalah berusaha sedekat mungkin dengan masyarakat yang ia pimpin, bukankah selama ini masyarakat juga ingin dekat dengan pemimpinnya. Jadi apa yang dilakukan oleh Jokowi dalam blusukan sebenarnya tidak salah justru bagus sekali karena dengan terjun langsung ke masyarakat akan lebih tahu persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat, dan Jokowi bisa merumuskan kebijakan terbaik buat masyarakat.

Dan baru-baru ini, diberitakan di berbagai media massa, online maupun TV Presiden Jokowi bertemu dengan para tukang ojek pangkalan, Gojek, sopir metromini dan sopir angkutan lainnya di Istana Merdeka Jakarta.  Dalam pertemuan tersebut diisi dengan sharing bersama antara presiden dan para pekerja jalanan tersebut tentang persoalan transportasi terutama di ibukota Jakarta untuk dicarikan solusi terbaik tentunya. Dan tak ketinggalan acara tersebut juga diisi dengan makan siang bersama-sama.

Pertemuan antara Jokowi dan para tukan ojek dan sopir angkutan umum di Ibu Kota memang merupakan moment yang langka, paling tidak hal itulah yang diaungkapkan oleh para tukang ojek dan para sopir angkutan. Betapa tidak mereka berkesempatan hadir di Istana Merdeka dan bisa bertemu presiden, salaman sekaligus bisa foto bareng, tentu merupakan hal yang sangat jarang terjadi bahkan oleh presiden-presideng sebelumnya kecuali Gus Dur yang hampir memiliki karakter sama dengan Jokowi yaitu dekat dengan rakyat.

Bukan bermaksud untuk membela Jokowi sih, namun saya hanya melihat dari sudut pandang karakter pemimpin. Bagi saya kedekatan pemimpin dengan rakyatnya sudah diperlihatkan oleh Jokowi sebagai Presiden RI saat ini, meskipun menyandang gelar orang nomor satu di negeri ini beliau tetap rendah hati mau bertemu dengan siapa saja termasuk masyarakat kelas bawah. Itu yang menjadi teladan seorang pemimpin. Saya sendiri juga pingin lho bisa bertemu, salaman sekaligus foto bareng sama presiden, tapi kapan ya...???

Soal ekonomi bangsa yang saat ini sedang bergejolak, marilah kita bersama-sama berdoa dan mendukung pemimpin kita agar bisa mengatasinya dengan membuat kebijakan-kebijakan yang pro rakyat dan bisa mengangkat kembali perekonomian negeri ini menjadi normal sehingga rakyat bisa sejahtera. Semoga!!!

8 comments:

  1. kapan yaaa saya bisa bertemu dengan Pak Presiden?

    ReplyDelete
  2. Semoga bisa ketemu pak Presiden...

    ReplyDelete
  3. wa mudahan saya juga bisa ketemu presiden, baru ajak selfie haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe sama kaliiii...ngajak selfie ma beliau

      Delete
  4. saya juga pengen lho ketemu Pak Habibie...dia idoa saya sejak masih SD, hehehe *menyimpang drp topik*

    ReplyDelete