Kembalinya Dua Mantan Menteri

Jum'at 14 Oktober 2016 sekitar pukul 13.40 berada di Istana Negara Jakarta, Presiden RI Joko Widodo kembali membuat kejutan dengan melantik Menteri dan Wakil Menteri. Kejutan tersebut bukan karena persoalan waktu yang memang tanpa kabar sebelumnya, melainkan Menteri dan Wakil Menteri yang dilantik pun diluar pediksi banyak masyarakat Indonesia. Bukan itu saja, Menteri dan Wakil menteri yang dilantik kemarin siang merupakan mantan menteri yang sebelumnya sudah diberhentikan oleh Jokowi.

Memang sudah diketahui bersama bahwa ada salah satu pos kementerian yang sedang kosong, yaitu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dan selama terjadi kekosongan jabatan Menteri ESDM yang sudah hampir dua bulan dirangkap oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Teka-teki siapa yang akan mengisi pos kementria ESDM akhirnya terjawab sudah dengan dilantiknya Ignasius Jonan sebagai menteri ESDM. Selain pak Jonan, Jokowi juga mengangkat seorang Wakil Menteri ESDM yang dipercakan kepada  Arcandra Tahar yang sebelumnya diangkat sebagai Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said.

Pengangkatan Jonan dan Arcandra memang menimbulkan polemik di masyarakat, karena keduanya merupakan mantan menteri yang sama-sama dianggap bermasalah. Jonan pernah diresuffle oleh Jokowi sewaktu menjadi Menteri Perhubungan karena kasus Brebes Exit (Brexit) sewaktu lebaran Juli kemarin sehingga diganti oleh Budi Karya. Sedangkan Arcandra Tahar baru menjabat Menteri ESDM 20 hari dicopot oleh Jokowi karena kepemilikan Paspor sebagai warga Amerika Serikat. Terkait dengan persoalan kedua inilah yang membuat masyarakat terkejut dengan dipilihnya kedua mantan menteri tersebut untuk duduk kembali ke Kabinet Kerja Jokowi-JK.
Kembalinya 2 Mantan Menteri ke Kabinet Kerja
Jonan-Arcandra

Secara personal baik Jonan maupun Arcandra merupakan sedikit dari banyak putra bangsa ini yang memiliki kualitas dan kredebilitas yang sudah tidak diragukan lagi di bidangnya masing-masing. Keduanya juga dikenal sebagai pribadi yang tegas, berani serta memiliki dedikasi dalam melakukan pekerjaannya. Bahkan Presiden Jokowi mengakui bahwa Jonan dan Arcandra adalah dua orang yang keras kepala. Tapi mereka sama-sama suka terjun ke lapangan. Sehingga dalam hal ini Jokowi memiliki kepercayaan bahwa kementrian ESDM yang selama ini dinilai sebagai salah satu kementrian paling basah bisa ditangani oleh keduanya.

Dipilihnya kedua mantan mentri tersebut untuk mengisi pos kementrian ESDM juga mendapatkan dukungan luas dari masyarakat, persoalan Jonan merupakan mantan menteri perhubungan yang dinilai kurang berpengalaman dalam mengurusi energi di Indonesia diangap tidak masalah. Masyarakat percaya dengan ketegasan dan keberanian Jonan dalam melakukan tindakan yang tepat dinilai pas untuk menata kementrian ESDM. Apalagi ada Arcandra yang paham soal energi dianggap sebagai nilai plus dan bisa membantu Jonan dalam menjalankan program di kementrian ESDM demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Paling penting saat ini bukanlah saling menyalahkan dengan dilantiknya dua mantan menteri menjadi menteri kembali. Kita tunggu saja bagaimana duet Jonan-Arcandra dalam memimpin Kementrian ESDM, apakah mereka berhasil atau gagal. Jika berhasil maka pilihan Jokowi tepat dan Jonan-Arcandra patut diacungi jempol. Namun bila duet tersebut gagal dalam menjalankan amanah, itu artinya sekali lagi Jokowi telah gagal dalam memilih para menterinya dan khusus buat Jonan-Arcandra kegagalan mereka menunjukkan bahwa mereka kurang tepat ditunjuk sebagai menteri.

Selamat bertugas pak Jonan-Arcandra, semoga sukses....

4 comments: