Ujian Kejujuran Dalam UN


Ujian Nasional tingkat SMA, SMP dan SD telah usai bahkan pengumumannya juga telah berlalu. bagi yang lulus ujian tentu merasa bahagia, namun bagi yang tidak lulus membuat banyak siswa mengalami tekanan. Hal itu wajar karena selama ini Ujian Nasional memang dianggap sebagai momok menakutkan bagi masa depan siswa.

Belajar Jadi Pustakawan

Hari ini 27 Mei 2012 untuk pertama kalinya aku bisa belajar banyak tentang dunia perpustakaan...yaa karena pada hari ini aku mendapat mandat dari pengurus Takmir Masjid al Ikhlas Perum BPI Purwoyoso Ngaliyan Semarang dimana aku pernah mengabdi 10 tahun untuk mengikuti Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Masjid dan Mushola.

Mereka Adalah Anak-Anak Luar Biasa


Pada hari Jum’at-Minggu tanggal 11-13 Mei 2012 aku mendapat tugas mulia dari sekolah untuk mendampingi siswa SDLB dan SMPLB untuk lomba tingkat provinsi Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Lomba tesebut bertitle “Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)  dan Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN)” untuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) jenjang SDLB dan SMPLB.
Dalam event tersebut berkumpulah atlit-atlit terbaik se provinsi Jawa Tengah dengan berbagai jenis ketunaan, mulai dari anak Tuna Netra (A/Buta), Tuna Rungu/Wicara (B/Bisu), Tuna Grahita (C/Mental), Tuna Daksa (D/Cacat Fisik). Semua berbaur jadi satu dan membawa misi juara dari masing-masing kabupaten/kota seluruh Jawa Tengah yang berjumlah 35 darerah.

Wahai PNS Bersyukurlah !!!


Salah satu jenis pekerjaan yang saat ini paling dicari oleh sebagian masyarakat Indonesia adalah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kenapa PNS menjadi idaman bagi setiap orang di negeri ini? Jawabnya tentu saja bermacam-macam, mulai dari Gaji tetap dan tinggi, berhak atas berbagai tunjangan (kesehatan, keluarga, pendidikan, kematian), mendapat tunjangan hari tua, kerja ringan, dan tentu saja gaji akan naik secara berkala.
Berbagai keuntungan itulah yang akhirnya menjadi motivasi dan incaran setiap orang untuk bisa menjadi PNS. Meskipun saat ini jalan untuk bisa meraih status menjadi PNS harus ditebus dengan puluhan bahkan ratusan juta hal itu tidak mematahkan semangat rakyat Indonesia untuk berlomba menjadi seorang PNS di segala macam instansi di negeri ini. Asal menjadi PNS semua pengorbanan para pencari title tersebut seakan terbayar dengan status yang disandang.
Gajian PNS

Anak Miskin Dilarang Sekolah


Anak Miskin Susah Sekolah
Tak lama lagi tahun ajaran baru tiba, itu artinya pendaftaran penerimaan peserta didik baru segera dimulai. Bahkan saat ini beberapa sekolah sudah mencuri start dengan membuka pendaftaran, meskipun pengumuman ujian nasional belum keluar. Tujuannya tak lain agar sekolah dapat menjaring peserta didik sebanyak-banyaknya. 
Harus diakui bahwa saat ini sekolah, terutama sekolah swasta harus berlomba-lomba dalam mencari peserta didik. Pasalnya masyarakat lebih senang memasukkan putra-putrinya ke sekolah negeri dari pada swasta. Alasannya tak lain karena di sekolah negeri biayanya lebih murah di banding sekolah swasta.
Namun saat ini fakta bahwa sekolah negeri lebih murah dibanding sekolah swasta tidak selamanya benar. Karena sekolah negeri yang favorit apalagi telah berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) biayanya malah selangit. Sehingga yang bisa masuk ke sekolah RSBI adalah mereka yang memiliki uang banyak.

Membumikan Pendidikan Antikorupsi


Dewasa ini salah satu problem akut yang dihadapi Bangsa Indonesia adalah masalah korupsi. Perilaku korupsi masyarakat Indonesia sudah mencapai titik nadir,  karena mulai dari pejabat negara hingga rakyat biasa gemar melakukan perbuatan yang merugikan rakyat tersebut. Sehingga tidak mengherankan jika fenomena korupsi telah membuat masyarakat Indonesia begitu rendah diri serta malu di hadapan bangsa-bangsa lain. Karena perilaku korupsi yang telah menggurita itulah yang pada akhirnya menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia Pasifik.
 Benar apa yang pernah dikatakan oleh Bung Hatta bahwa “korupsi sudah membudaya di antara bangsa Indonesia”. Kalau diamati secara cermat, korupsi di Indonesia terjadi hampir di semua lapisan masyarakat, serta di segala bidang kehidupan. Hal itu diperparah dengan masalah pemberantasan korupsi yang masih terkesan tebang pilih dan tidak serius. Pendek kata, korupsi masih menjadi potret buram bagi bangsa Indonesia. 

Menanti Upah Layak Guru Honorer


Profesi guru adalah jenis pekerjaan paling mulia diantara pekerjaan yang lain, karena ditangan gurulah masa depan generasi penerus bangsa ini ditentukan. Maju dan mundurnya pendidikan juga ditentukan oleh guru. Namun, dibalik tugas mulia tersebut terdapat kondisi yang sangat memprihatinkan dimana sebagain besar guru di Indonesia yang merupakan guru honorer belum bisa mendapatkan hak-haknya secara wajar.
Jika kita telaah secara seksama, dalam dunia pendidikan terdapat dua jenis guru yaitu guru negeri dan guru honorer. Lalu apa yang membedakan diantara keduanya? Terdapat dua perbedaan utama, pertama soal status dan kedua soal upah. Status guru negeri adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan merupakan guru tetap. Sedangkan guru honorer hanya berstatus guru wiyata bakti atau guru tidak tetap (GTT). 

Pengawas UN Perlu Independen


Pelaksanaan Ujian Nasional setiap tahun selalu diwarnai dengan berbagai cerita kontroversi. Baik itu bocornya kunci jawaban, kecurangan yang dilakukan oleh siswa hingga lemahnya pengawasan. Namun semua itu hingga saat ini belum sepenuhnya bisa diatasi, bahkan ada kesan bahwa hal tersebut sengaja dilanggengkan.
Apalagi setiap daerah dan sekolah khususnya selalu menginginkan hasil sempurna dari siswanya. Oleh sebab itulah tak jarang di setiap sekolah dibentuk tim khusus yang bertugas untuk mensukseskan ujian nasional siswanya meski dengan cara-cara yang kurang terpuji.