HONOR 10 Lite; Smartphone Keren Harga Kompetitif


Perkembangan smartphone akhir-akhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berbagai brand terkenal di dunia berlomba-lomba mengeluarkan produk terbarunya dengan berbagai, layanan lengkap, fitur menarik serta keunggulan masing-masing. Hal itu bertujuan untuk memenuhi keinginan konsumen yang menginginkan smartphone modern yang bisa digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

“Terima Kasih Pelanggan” Acer Hadirkan Promo Cashback 10 Juta



Rabu, 20 Pebruari 2019 kemarin Saya berkesempatan hadir dalam sebuah ghatering yang  diadakan oleh Acer Indonesia tepatnya di Nestcology di Jalan Tambora 5A Semarang. 

Menghitung Kebutuhan Masa Depan




Siapa sih yang tidak ingin masa depannya bahagia, semua orang tentu menginginkannya termasuk diriku dan keluarga. Oleh sebab itulah mengawali tahun 2019 aku selalu berdoa agar senantiasa dimudahkan oleh Allah dalam mencari rezeki. Bukan hanya itu saja, agar masa depanku dan keluarga benar-benar bahagia maka saat ini Aku belajar untuk merencanakannya, caranya adalah dengan menabung atau investasi. Agar usahaku tersebut berjalan lancar, makanya aku mengikuti sharing pengetahuan tentang merencanakan masa depan bersama Manulife Reksa Dana.

Zenfone Max M2, Pemanfaatan Smartphone untuk Anak Berkebutuhan Khusus


Saya adalah salah satu staff pengajar (guru) di Sekolah Luar Biasa Negeri Ungaran kabupaten Semarang Jawa Tengah. Saya pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Ngajar di sini sudah 10 tahun, yaa, belum terlalu lama sih, jika dibandingkan dengan para senior saya yang sudah PNS, mereka semua hampir 30 tahun menjadi guru di SLBN ini.

Saat pertama kali masuk saya tidak sendiri, ada 9 teman lainnya juga diterima menjadi tenaga honorer. Ada yang menjadi guru kelas, Tenaga Tata Usaha (TU), satpam, dan ada juga yang menjadi OB.

Dari 10 orang tersebut kini tinggal saya dan dua teman yang masih bertahan, sedangkan 7 orang lainnya telah mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Bahkan saya dulu juga berniat mengundurkan diri karena merasa gagal untuk beradaptasi di lingkungan pendidikan Luar Biasa. Namun niat mengundurkan diri urung saya lakukan karena berbagai saran dan masukan dari dosen teman dan juga saudara yang mengatakan bahwa mengajar di SLB adalah ladang ibadah. 



Harus saya akui menjadi guru SLB bukanlah perkara mudah, apalagi disiplin keilmuan yang saya dapatkan selama di bangku kuliah tidak pernah bersentuhan dengan metode dan strategi mengajar anak berkebutuhan khusus. Sehingga sangat wajar jika pada awal-awal saya bekerja sempat mengalami stres ringan karena bingung menghadapi siswa dengan berbagai macam ketunaan dan karakter.

Selama 10 tahun mengajar di SLB, saya mengalami pasang surut semangat dalam menjalankan tugas mulia ini. Betapa tidak, setiap hari saya harus berhadapan dengan anak-anak dengan berbagai macam karakter yang berbeda. Namun, tidak ingin menjadi orang dholim saya harus ikhlas dan saya punya prinsip bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga tetap harus mendapatkan pelayanan yang maksimal. 

Untuk itu, saya harus siap mempersiapkan metode mengajar yang pas, bagaimana pun, metode mengajar yang variatif akan membuat anak didik merasa senang. Paling pas setelah sekian lama pengalaman saya mengajar, anak SLB lebih senang diajar dengan cara belajar sambil bermain. 


Kepikiran juga kalau saya bisa memanfaatkan handphone saya sebagai media saya mengajar, masih belum menemukan yang pas sih, metode ajar menggunakan games di handphone, mungkin?. Karena selama ini saya baru bisa menggunakan video di youtube yang saya download sebagai media ajar visual, kemudian saya tayangkan menggunkaan leptop dan proyektor di kelas. 

Zenfone Max M2, Handphone Gaming Sarat Guna


Sebagaimana kita ketahui bersama pada 11 Desember 2018 lalu ASUS meluncurkan produk barunya yaitu Zenfone Max Pro M2, Zenfone Max Pro M2, dan ASUS ROG Phone yang disambut gegap gempita utamanya oleh para gamer tanah air. Smartphone ini memang didesain dengan spesifikasi yang unggul untuk bermain game. Apalagi smartphone ini memiliki peningkatan yang sangat signifikan pada beberapa spesifikasi dibandingkan dengan pendahulunya, sehingga boleh dikatakan bahwa zenfone tipe terbaru ini adalah smartphone gaming yang sarat Guna.

Bukan ASUS namanya kalau nggak sebaik ini, jadi melalui om Yahya Kurniawan. ASUS Indonesia akan membagikan 20 Unit Zenfone Max M2. Saya menyebutnya adik dari Zenfone Max Pro M2, memiliki kualitas sebagai smartphone gaming.

Smartphone ini sebagaimana lumrahnya HP lainnya bisa digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari misalnya untuk telpon, sms, bermedia sosial dan juga bermain game. Meskipun tidak ada embel-embel PRO pada Zenfone Max M2, namun HP ini tidak berarti kalah dalam spesifikasi loh, handphone ini diluncurkan untuk para gamer yang ingin mempunyai Handphone gaming dengan harga miring. 

Hmmm,, terus, Guru boleh nggak punya HP ini?

Boleh banget, dong! ZenFone Max M2 didesain dengan ukuran layar all screen 6.3 inci, layar 19:9 dengan resolusi HD+, layar lebarnya membuat nyaman mata saat ngegame. Kebayang dong, saya juga ngerasa nyaman mana kala menggunakan Zenfone Max pro M1 untuk ngajar. Layar Zenfone Max Pro M1 saja sudah bikin nyaman untuk membaca juz Amma kalau sedang ngajar BTQ, kalau Zenfone Max M2? pasti tahu dong, jawabannya akan... NYAMAN BANGET!

Otaknya menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 632 yang membuatnya kinerja Handphone ini cepat, anti ngelag, anti ngehang, performa tinggi tetapi hemat daya dan tidak panas. System operasi pure Android Oreo 8.0 sehingga sangat ringan dalam pengoperasiannya.


Beberapa keunggulan lain yang dimiliki oleh Zenfone Max M2 adalah memiliki baterai dengan daya yang besar yakni 4.000mAh. Penting sekali HP ini saya memiliki, karena  daya baterai besar membuat saya bisa mengoptimalkan jam mengajar saya di beberapa kelas tanpa perlu sering-sering nancepin kabel ke colokan. Apalagi bila saya menggunakan HP saya ini untuk media ajar. 


Kameranya juga mempunyai peningkatan dari Zenfone sebelumnya (Zenfone Max Pro M1). Yaitu dual-camera 13MP dan 2MP (f/1.8) dan kamera depannya 8MP. Meskipun ini handphone gaming, tetapi sudah mempunyai kualitas kamera yang mumpuni, Video juga sudah full HD, buat bikin video yang hendak di-upload di youtube juga tidak akan mengecewakan. Saya pasti makin semangat dokumentasi pribadi dengan Zenfone Max M2, karena saya juga sedang nyusun naskah untuk buku saya yang di dalamnya didukung gambar-gambar kegiatan saya di sekolah. Doain cepat selesai, ya...

Audionya bagaimana? Yang bikin saya pengen banget punya Zenfone Max M2 ini karena saya juga sering menyalakan video kartun Dodo untuk warming up murid-murid saya. Suara yang kencang namun tetap nyaman di telinga, pasalnya Zenfone Max M2 ini dilengkapi dengan 5 magnet speaker dan amplifier NXP dengan distorsi rendah, sehingga menghasilkan suara yang jernih dan jelas. Wis tho, suara Nisa Sabyan makin memesona di telinga saya sampai menusuk kalbu, halah-halah... 


Satu lagi, Zenfone Max M2 hadir dalam dua pilihan warna Midnight Black dan Meteor Silver. Kamu suka yang mana? Kalau saya lebih suka midnight black, dong. Lebih lelaki!.

FYI, saat ini saya memakai Asus Zenfone Max Pro M1. Sebagai penyuka zenfone atau biasa disebut Zenfans, saya juga ingin experience juga mempunyai zenfone Max M2 ini, karena seperti halnya ilmu, saya ingin upgrade juga dengan handphone saya. Sepertinya kepercayaan diri saya akan bertambah bila saya mempunyai Zenfone Max M2. Seperti yang sudah saya tulis di atas, akan lebih keren lagi pemanfaatan smartphone untuk anak-anak saya di sekolah.

Oiya, supaya lebih afdhol, saya rangkumkan spesifikasi Zenfone Max M2, Cekidot!

Spesifikasi ZenFone Max M2:
  • Qualcomm Snapdragon 632
  • Baterai berkapasitas 4000 mAh
  • 6.3” HD+ All screen Display
  • Dua Kamera belakang 13MP + 2MP (f/1.8)
  • Kamera selfie 8MP
  • RAM hingga 4GB, internal storeage hingga 64GB
  • Metal Body Design dengan 2.5D Arc Glass
  • Triple Slots (Dua Nano SIM Card + Micro SD card hingga 2TB)
  • OS: Android 8.1 Oreo
Harga ZenFone Max M2 dibedakan dari ukuran RAM dan ROMnya. Untuk ZenFone Max M2 (3/32) Rp. 2,299,000, sedangkan ZenFone Max M2 (4/64) Rp. 2,699,000.

Punya handphone mumpuni seperti ini akan lebih bisa membuat kita lebih produktif. Barangkali nanti, bila Allah menakdirkan, saya menjadi guru yang mempunyai gagasan ide metode mengajar anak-anak berkebutuhan khusus dari Zenfone Max M2 yang saya idam-idamkan. Aamiin.

Guru, Blogger dan ASUS ZenBook Pro 15 UX580



Menjadi seorang guru di era milenium saat ini dituntut tidak hanya sekedar bisa mengajar di ruang kelas saja. Tetapi seorang guru juga dituntut untuk melakukan berbagai pekerjaan diluar tanggungjawab mengajar di dalam kelas. Salah satunya adalah guru harus bisa mengelola berbagai bantuan yang berasal dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Bukan hanya sekedar mengelola bantuan, hal terpenting dari itu guru harus bisa membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan bantuan-bantuan tersebut.

One Day Tour Part 1 : Eksotisme Candi Gedong Songo Tak Lekang Oleh Waktu


27 Nopember 2018 yang lalu saya berkesempatan mengikuti One Day Tour yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang bekerjasama dengan Blogger Milenial yang berjumlah 15 orang. Tujuan tour sendiri adalah dua tempat yaitu Candi Gedong Songo dan Desa Wisata Sepakung Banyubiru. Bisa dibayangkan betapa senangnya kami semua blogger karena diajak jalan-jalan gratis oleh Dinpar Kabupaten Semarang.

Cerita Tentang Menjadi Guru SLB Hingga Asus Zenfone Max Pro M1



Menjadi pendidik (guru) sebenarnya bukanlah cita-cita utama saya. Karena sejak lulus kuliah saya berkeinginan untuk menjadi jurnalis, dan dalam hal ini, saya benar-benar ingin menjadi seorang wartawan. Hal tersebut adalah bentuk implementasi dari apa yang saya lakukan di bangku kuliah, di mana saya sudah bergelut dalam dunia tulis menulis melalui lembaga intra kampus bidang Jurnalistik. Namun, keinginan tersebut tidak terwujud lantaran orang tua menghendaki anak bungsunya ini untuk mengabdikan diri dalam dunia pendidikan sesuai dengan gelar pada ijasah yang tertulis sebagai Sarjana Pendidikan Islam.


Setelah lulus dari IAIN Walisongo pada akhir tahun 2006, sebagai bentuk bakti seorang anak kepada orang tua, akhirnya saya mencoba melamar untuk menjadi tenaga pendidik di beberapa sekolah di Kota Semarang. Ada kurang lebih 50 Sekolah Negeri baik SMP dan SMA yang saya kirimi surat lamaran. Dan sembari menunggu panggilan dari salah satu sekolah yang saya lamar, saya diajak bantu-bantu salah satu boss produk kosmetik untuk menjadi kurir. Selain itu saya juga menyibukkan diri mengisi waktu luang saya untuk menjadi operator warnet. Namun hingga sekian bulan tidak ada satupun panggilan walau hanya untuk sekedar wawancara, hehehe. 

Tawaran Menjadi Guru SLB

Setelah menunggu kurang lebih 2 tahun lamanya, akhirnya pada tahun 2008 saya baru berkesempatan untuk mewujudkan harapan dari orang tua, yaitu menjadi Guru. Pada tahun ajaran baru 2008-2009 saya diterima menjadi tenaga guru di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB N) Ungaran.


Walau jujur, saat diterima di sana sebagai guru anak berkebutuhan khusus saya masih agak ragu untuk memulai menjalaninya. Hal ini karena disiplin ilmu yang saya pelajari saat kuliah tidak pernah berhubungan langsung dengan anak-anak difabel. Namun, karena lamaran menjadi guru di sekolah reguler tidak ada yang diterima, dan kebetulan seorang teman merekomendasikan untuk melamar menjadi guru di SLB Negeri Ungaran yang memang sedang mencari guru maka hal tersebut saya lakukan. 

Di sini lain, mewujudkan keinginan orangtua adalah satu bentuk bakti saya kepada orangtua saya. Perjalanan karir saya saya mulai dari sini. Cerita demi cerita datang, suka maupun duka menjadi guru ABK seakan mewarnai perjalanan hidup saya, hingga saat ini.

Guru SLB Harus Bagaimana?

Menjadi guru SLB bukanlah perkara mudah, selain harus mengajar, mendidik, membimbing anak-anak dengan berbagai macam ketunaan dan karakter yang berbeda-beda saya juga tidak memiliki sama sekali ilmu tentang anak-anak luar biasa. Karena disiplin ilmu yang saya pelajari saat kuliah adalah ilmu keguruan untuk anak-anak normal pada umumnya. Sehingga bisa dibayangkan betapa mumet dan stressnya saya ketika harus mengajar anak tunarungu, anak tuna grahita, anak tuna laras bahkan anak-anak autis.


Hari-hari saya lalui belum juga bertemu feelnya. Setelah dua minggu mengajar di SLB, saya sempat berniat untuk mengundurkan diri karena merasa tidak kuat mengajar. Saya merasa berat, saya merasa tidak sanggup, saya merasa kebingungan saat berada di dalam di kelas harus bagaimana, mau mengajar dengan metode apa dan harus bagaimana menghadapi anak-anak yang SLB tersebut.


Dengan kata lain, saya benar-benar mati gaya menghadapi anak-anak SLB utamanya saat mengajar anak tunarungu, di mana saya tidak bisa bahasa isyarat, tidak paham mereka ngomong dan mau apa, pokoknya waktu itu saya merasa ingin segera keluar dari kondisi tersbut. Dan jalan satu-satunya yang saya pikirkan adalah mengundurkan diri.


Saat lagi galau antara memilih mengundurkan diri atau tetap bertahan agar tidak membuat kecewa orang akhirnya saya berkonsultasi dengan guru senior di SLBN Ungaran, saya juga curhat dengan teman dan dosen-dosen saya saat kuliah. Ada seorang teman, guru senior yang sudah 25 tahun lebih mengajar SLB, saya berkeluh kesah bahwa saya ingin mengundurkan diri karena tidak kuat menghadapi anak-anak SLB. Saya takut saya tidak maksimal ketika saya bertahan di sana, saya juga takut berdosa dan apa yang saya lakukan malah tidak berkah lantaran saya benar-benar belum menemukan cara yang pas untuk mengajar siswa-siswa saya. 

Beliau akhirnya memberikan nasehat-nasehat dan bercerita pengalaman beliau yang sudah lama mengajar di SLB. Intinya beliau berharap agar saya tetap bertahan dan tidak merasa terbebani saat mengajar di kelas karena mendidik anak SLB tidak seperti mendidik anak-anak normal di sekolah umum. Beliau menyarankan supaya saya mengajar sambil bermain, bernyayi dan bercanda agar anak-anak suka dan senang mengikuti pelajaran. Saya juga dinasihati agar mulai hari itu belajar ikhlas. Karena bila sudah ikhlas, insya Allah rasa syukur juga akan senantiasa mengikutinya.

Sejalan dengan guru senior yang saya curhati, salah satu dosen IAIN yang saya mintai pendapat juga sama. Beliau berharap saya bertahan untuk menjadi guru SLB karena tidak semua orang mau dan mampu menjadi guru anak berkebutuhan khusus. Bahkan salah satu dosen saya memberikan nasehat bijak, bahwa menjadi guru SLB merupakan ladang ibadah yang tidak setiap orang bisa melakukannya. Oleh sebab itulah bertahan dan diniati ibadah supaya berkah adalah jawaban yang saya terima dari dosen favorit saya. Saya tarik nafas panjang kemudian hela, memutuskan untuk tetap bertahan mengajar di SLB Negeri Ungaran dengan berniat dalam hati, karena Allah Lillahi Ta’alaa.

Berbagai kejadian lucu dan menjengkelkan sering kali terjadi saat saya mengajar. Salah satu ulah siswa yang membuat saya jengkel adalah saat ada siswa pipis di belakang saya dengan sengaja dan mengenai celana saya. Saya pernah dilempari sepatu, diludahi bahkan dipukuli oleh siswa. Namun, meskipun jengkel saya juga tidak memarahi mereka, saya pikir percuma juga marah sama mereka. Ya, kan?

Guru SLB Butuh Hiburan

Hingga saat ini, sudah 10 tahun lebih saya mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak luar biasa ini. tidak memugkiri juga, rasa bosan dan capek terkadang muncul saat sedang mengajar. Saya rasa saya butuh hiburan agar kondiri hati kembali baik lagi.


Mendengarkan musik, membaca berita, nonton youtube, dan main game adalah bentuk me-time saya. Lagu-lagunya Via Vallen menjadi top play list di HP saya. Sembari mendengarkan suara Via Vallen, biasanya saya sambil ngegame Zuma dan juga ular tangga. Kedua permainan itu menjadi penghilang rasa capek dan bosan setelah mengajar.


Ngomong-ngomong soal game, sejujurnya saya ingin memiliki sebuah smartphone gaming. Apalagi setelah saya datang ke Asus Blogger Ghatering Semarang pertengahan Oktober 2018 lalu. Asus memperkenalkan salah satu produk barunya yang memang dikhususkan untuk gaming. Smartphone keluaran Asus tersebut bernama Asus ZenFone Max Pro M1. Yang menjadi keunggulan produk tersebut dibanding yang lain adalah ZenFone Max Pro M1 ini mengusung tema “Limitless Gaming”.

Kenapa harus memilih Asus ZenFone Max Pro M1 untuk bermain game?

Ada beberapa alasan kenapa saya ingin memiliki ZenFone Max Pro M1. Pertama, produk terbaru ASUS ini memiliki CPU-GPU yang sangat berkualitas sehingga membuat permainan game menjadi lebih optimal. Kedua, baterai yang tahan lama yaitu memilih kapasitas daya 5000mAh. Salah satu alasan para gamer ingin memiliki smartphone untuk gaming adalah daya baterai yang besar, sehingga tidak cepat lowbatt. Yakinlah kita akan bahagia bila kita bisa bermain game tanpa harus khawatir kehabisan baterai, dan hal itu bisa kita rasakan saat kita menggunakan ZenFone Max Pro M1.


Ketiga, ZenFone Max Pro M1 produksi terbaru ASUS ini tersedia dalam 3 variasi, yakni dengan kapasitas 3GB, 4GB dan 6GB. Untuk hal ini, tentu harus menyesuaikan dengan keinginan masing-masing pengguna. Namun, secara umum baik yang 3GB, 4GB maupun 6GB memiliki kualitas yang sama baiknya. Seandainya disuruh memilih, tentu saya akan memilih dengan kapasitas RAM dan ROM paling besar agar bisa diisi dengan game yang banyak, hehehe.

Bermain game memang menjadi salah satu sarana saya untuk mengisi waktu kosong dan saat sedang suntuk dan bosan. Apalagi mengajar di SLB menghadapi anak-anak dengan berbagai karakter yang berbeda-beda tentu membuat saya harus bisa mengontrol diri agar tetap bisa mendidik mereka dengan sebaik-baiknya. Agar aktifitas saya tidak membosankan, boleh dong sesekali bermain game agar hidup lebih variatif. Dan saat ini sejujurnya saya ingin memiliki Asus ZenFone Max Pro M1 produksi terbaru ASUS agar saya bisa bermain game untuk me-time saya setelah pulang ngajar anak-anak SLB. 

Alhamdulillah, kini saya sudah tahu solusinya, Asus Zenfone Max Pro M1 dapat merubah rasa bosan menjadi rasa bahagia. Tidak ada alasan untuk lagi untuk setengah hati mengajar anak anak yang tak berdosa itu. Saya semangat menjadi Guru SLB dan berdedikasi pada dunia pendidikan di Indonesia. Jika banyak orang merasa enggan mengajar anak-anak berkebutuhan khusus, lalu siapa kalau bukan kita?

4 Tahun Indonesia Kreatif, Kreatifitas Tanpa Batas



Tak terasa sudah 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Banyak sudah yang telah dilakukan oleh pemerintah dibawah nahkoda Joko Widodo atau lebih dikenal dengan sebutan Jokowi. 2014 yang lalu tak menyangka jika mantan Walikota Solo dua periode dan mantan Gubernur Jakarta ini akan menjadi seorang presiden. Bukan tanpa sebab, karena sosok yang berperawakan kurus tersebut bukan lahir dari kalangan politikus, melainkan hanya seorang pengusaha mebel di Solo. Namun, siapa sangka saat ini Jokowi menjelma menjadi salah satu Presiden yang dikagumi oleh rakyat Indonesia, bahkan sangat disegani oleh pemimpin di dunia.

Lalu apa saja sihh sebenarnya prestasi pemerintahan Jokowi selama 4 tahun ini? Pertanyaan tersebut terjawab saat saya mengikuti Flash Blogging di Hotel PO Semarang. Salah satu nara sumber yang hadir adalah ibu Rosa Niken W yang merupakan salah satu orang penting di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Beliau menjelasakan bahwa selama 4 tahun ini banyak sekali prestasi yang telah dicapai oleh pemerintah.


Misalnya pembangunan infrastruktur yang sudah merata dari Sabang sampai Merauke. Jika sebelum pemerintahan saat ini focus pembangunan infrastruktur hanya ada di Jawa, saat ini telah bergeser ke semua penjuru nusantara. Buktinya adalah jalan trans Papua, berbagai Pos Lintas Batas Negara dibangun begitu megahnya. Sehingga menjadi kebanggaan warga yang hidup di wilayah terluar Indonesia. Saat ini mereka merasa diperhatikan oleh pemerintah.


Selain itu soal listrik, jika sebelumnya listrik hanya bisa dinikmati oleh warga di kota dan wilayah yang bisa terjangkau. Saat ini listrik sudah masuk di pedalaman negeri. Warga yang hidup di dalam hutan-hutan belantara saat ini juga sudah bisa menikmati terangnya kehidupan, karena pasokan listrik sudah masuk ke wilayah mereka. Luar biasa kan.


Soal energy lainnya, yaitu harga BBM. Jika sebelum pemerintahan Jokowi-JK harga BBM berbeda pada masing-masing daerah, pada era Jokowi harga BBM dis eluruh Indonesia adalah satu harga. Bahkan di Papua yang sebelumnya harga BBM paling tinggi, saat ini juga bisa menikmati harga yang sama seperti di pulau Jawa. Inilah yang namanya keadilan bagi sleuruh rakyat Indonesia.

Masalah kemiskinan di Indonesia selama 4 tahun terakhir juga mengalami penurunan hingga satu digit. Hal ini merupakan salah satu hal yang bersejarah selama ini. Turunnya angka kemiskinan berdampak pada turunnya pengangguran di negeri ini. Tentu hal itu juga berpengaruh pada meningkatnya tingkat ekonomi warga Indonesia. Boleh dibilang ditangan Jokowi lah Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kinerja ekonomi paling hebat. Buktinya pada tahun 2015 lalu, Indonesia mencatatkan diri sebagai Negara dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 4,79%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi global yang saat itu hanya berkisar antara 2,4%.

Masalah uang misalnya Rupiah saat ini menjadi satu-satunya uang di kawasan Asian yang bisa bertahan terhadap gempuran dollar AS. Bahkan pada Oktober bulan lalu Indonesia mendapat sanjungan luar biasa dari pimpinan IMF dan Bank dunia. Kedua pimpinan tersebut menyebut bahwa Indonesia perekonomiannya sangat kuat dan tidak memerlukan bantuan keuangan lagi. Hal tersebut tentu saja menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan Negara dengan kondisi ekonomi yang sangat stabil. Semua itu tentu karena dimanage oleh seorang pemimpin dan anak buah yang bekerja sangat professional.

Berbagai prestasi tersebut tentu patut diapresiasi oleh semua pihak, karena bagaimanapun juga menjadi pemimpin di negeri sebesar Indonesia memang tidak mudah. Apalagi saat ini situasi politik di Indonesia masih sangat labil. Betapa tidak saat ini pemerintah tengah menghadapi berbagai isu negatif yang tujuannya menjatuhkan pemerintahan. Dan anehnya hal itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka terhadap keberhasilan yang telah diraih oleh pemerintahan Jokowi-JK.

Hal yang saat ini menjadi persoalan serius adalah berbagai informasi, konten negatif yang setiap saat, setiap detik, menit bahkan setiap hari senantiasa menyerang pemerintah saah saat ini. Untuk menangkal semua itu, maka kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai corong pemerintah berusaha menangkal berbagai informasi negative, fitnah dan berbagai isu yang meneyrang pemerintah dengan cara mengampayekan prestasi yang telah diraih oleh pemerintah saat ini.



Untuk lebih menguatkan peran tersebut tidak salah jika saat ini KemKominfo saat ini juga menggandeng para pegiat media sosial utamanya blogger untuk bisa menangkal isu-su negative yang saat ini sedang menyerang pemerintah. Sebagaimana  yang dilakukan saat ini di Semarang dimana Kemkominfo melakukan kerjasama dengan blogger di wilayah Semarang melalui acara Flash Blogging dengan tema “4 Tahun Indonesia Kreatif” dimana salah satu tujuannya adalah untuk mengkapayekan keberhasilan yang telah dicapai pemerintah lewat tulisan, video blog, maupun konten media sosial lainnya. Yang pada intinya adalah mengajak kepada para blogger untuk bisa mengkampayekan untuk bermedia sosial dengan bijak.






Karena salah satu cara untuk menangkal berbagai hoax, berita negatif, fitnah dan isu-isu yang bisa memecah belah persatuan daa kesatuan bangsa Indonesia melalui media sosial adalah dengan cara bijak dan arif dalam bermedia sosial. Ada tipsnya untuk bermedia sosial yaitu dengan prinsip READI : rensponsibilty, empati, arif bijaksana, data yang valid, integrity. Kelima hal tersebut merupakan kunci bermedia sosial yang baik dan benar.

Semoga dengan bermedia sosial yang bijak, kita bisa mencegah terjadinya disintegrasi bangsa Indonesia. Sehingga menjadi bangsa yang hebat dan besar, semoga. Amin.