Supervisi Akademik



I.         Pendahuluan
Dalam kehidupan suatu negara pendidikan memegang peranan penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu bangsa dan Negara, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah.

Motivasi Belajar





MOTIVASI BELAJAR
 

I.         Pendahuluan
Selaku hamba dan khalifah manusia telah diberi kelengkapan dan kemanpuan jasmaniah (fisiologis) dan rohaniah (mental psikoogis) yang dapat dikembangtumbuhkan seoptimal mungkin, sehingga menjadi alat yang berdaya guna dalam ikhtiar kemanusiaanya untuk melaksanakan tugas pokok kehidupanya di dunia. Untuk mengembangkan atau menumbuhkan kemampuan dasar jasmaniah dan rohaniah tesebut, pendidikan merupakan sarana atau alat yang menentukan sampai di mana titik kemampuan tersebut dapat dicapai.[1]

Pendidikan Islam vs Pendidikan Barat



KEMUNDURAN PENDIDIKAN ISLAM
DAN BANGKITNYA PENDIDIKAN BARAT

I.         Pendahuluan
Menatap dunia masa kini tentunya tidak sama halnya dengan menatap dunia masa lalu. Hal ini sangat berkaitan dengan cara pandang para pelaku sejarah (masyarakat) yang hidup pada zamannya.  Sebab cara pandang ini berdasar pada standar kemajuan yang seolah-olah telah menjadi nota kesepahaman dan kesepakatan masyarakat dalam menatap kehidupan di zamannya. Terlebih lagi ketika ada diskursus mengenai kebudayaan. Tentunya standar kemajuan tersebut akan melahirkan suatu indicator-indikator sebagai tolak ukur terhadap gejala-gejala perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut.

Tasawuf Masyarakat Modern

A.    Pendahuluan
Modernitas atau modernity adalah produk dari modernisasi.[1]istilah modernisasi merupakan sebuah istilah yang kabur, yang pada abad ke -19 dan permulaan abad 20 dipakai untuk menunjukkan pertumbuhan rasionalisme dan sekulerisme. Pada proses ini manusia berhasil melepaskan diri dari tirani kekuasaan pemerintahan dan belenggu takhyu.[2]  Namun saat ini modernisasi lebih ditujukan sebagai kata ganti pertumbuhan ekonomi semata, atau sebagai sinonim dari istilah yang lebih bersifat tendensius, yaitu westernisasi.

Hubungan Filsafat dan Agama



I.      Pendahuluan
Istilah filsafat dan agama mengandung pengertian yang dipahami secara berlawanan oleh banyak orang. Filsafat dalam cara kerjanya bertolak dari akal, sedangkan agama bertolak dari wahyu. Oleh sebab itu, banyak kaitan dengan berfikir sementara agama banyak terkait dengan pengalaman. Filsafat mebahas sesuatu dalam rangka melihat kebenaran yang diukur, apakah sesuatu itu logis atau bukan. Agama tidak selalu mengukur kebenaran dari segi logisnya karena agama kadang-kadang tidak terlalu memperhatikan aspek logisnya.

Pesantren Masa Depan


I.      Pendahuluan
Pesantren adalah institusi pendidikan yang berada di bawah pimpinan seorang atau beberapa kiai dan dibantu oleh sejumlah santri senior serta beberapa anggota keluarganya. Pesantren menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan kiai sebab ia merupakan tempat bagi sang kiai untuk mengembangkan dan melestarikan ajaran tradisi, dan pengaruhnya di masyarakat. 

Aswaja Menurut KH Hasyim Asy'ari dan KH Aqil Sirodj



ASWAJA MENURUT KH HASYIM ASY’ARI DAN
MENURUT KH SAID AQIL SIRODJ

I.         Pendahuluan
Islam telah mengisaratkan adanya firqah-firqah yang akan terjadi dalam kehidupan umat manusia, termasuk firqah dalam Islam. ٍSetidaknya terdapat 14 hadits yang menjelaskan hal tersebut, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi;Artinya; Dari Sufyan al-Tsauri… Nabi Saw. Bersabda:“…Sesungguhnya Bani Israil itu terpecah menjadi tujuh puluh dua aliran, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga aliran. Semua  aliran itu akan masuk neraka, kecuali satu. Para sahabat bertanya: “Siapakah satu aliran itu ya Rasulallah? (mereka itu adalah aliran yang mengikuti) apa yang aku lakukan dan para sahabatku.(Ahli Sunnah wal Jama’ah)