Sajak Untuk Ibu

Rencana untuk pulang ke kampung halaman kembali tertunda, karena hal yang lebih pentIng harus kutunaikan dulu... namun paling tidak pagi tadi aku masih bisa berbicara kepada Ibu, kakak perempuan dan juga kakak laki-laki beserta keluarga yang sedang berkunjung ke rumah orang tua kami. Alhamdulilah keluargaku dalam keadaan sehat-sehat semua, aku yakin sekali bahwa Ibu dan Bapak saat ini senang sekali karena kedatangan anak beserta cucu-cucunya dari Kakak pertama dan juga kakak perempuanku yang hari ini berkumpul.


Aku janji bahwa insyaallah sebelum lebaran aku juga akan pulang aku kangen sekali dengan ibu dan bapak, simbah, dan keluarga di kampung, saat ini aku hanya bisa berdoa untuk kalian dan aku juga mohon doa semuag aku dan istri serta calon cucu ibu senantiasa diberika kesehatan dan senantiasa dalam perlindungan Allah..khusus aku memohon doa kalian agar nanti waktu tiba saatnya menantu ibu melahirkan cucu ibu semua diberi kelancaran dan kemudahan selamat semua amin...

Hanya untaian doa dan sajak ini yang bisa ku persembahkan untuk mengobati rasa kangen ini ibu...



Sajak Untuk Ibu

Ibu…
Kau mengandungku sembilan bulan
Melahirkanku dengan menantang kematian
Merawatku tanpa harap imbalan
Mendidikku dengan penuh kasih sayang

Ibu…
Engkau bagaikan mata air
Kasih sayangmu teduhkan jiwa dan pikir
Lantunan do’a bagi anakmu terus terucap dibibir
Hingga hayat harus berakhir

Ibu…
Kau pelita dalam gelap gulita
Kesejukan dalam keringnya rasa
Tempat mengadu dikala gundah gulana
Pemberi sinar terang bagi keluarga

Ibu…
Ku tak mampu membalas jasamu
Apalagi membayar kasih sayangmu
Hanya patuh dan baktiku padamu
Harapkan ridhoNYA selalu tercurah untukmu

No comments:

Post a Comment