Gagal Membimbing Pesantren Ramadhan di SLB

Seperi tahun-tahun sebelumnya, saat memasuki bulan ramadhan maka semua kegiatan khusunya yang di sekolah-sekolah senantiasa bernuansa ramadhan. Salah satunya yang tak pernah ketinggalan adalah melaksanakan kegiatan pesantern ramadhan. Begitu juga di sekolah dimana aku mengajar, yaitu di SLB Negeri Ungaran, meskipun anak ddiknya merupakan anak berkebutuhan khusus, akan tetapi pesantren ramadhan senantiasa dilaksanakan.


Begitu juga dengan ramadhan kali ini, seperti yang sudah saya dan teman guru PAI rencanakan seetalh berkonsultasi dengan kepala sekolah maka pelaksanaan pesantren ramadhan akan dilaksanakan pada tanggal 29-31 Juli 2013. Hal itu diajukan dari rencana awal yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-3 Agustus 2013 ternyata sudah libur jelang idul fitri 1434 H.

Berbagai persiapan telah saya lakukan untuk menyambut datangnya pesantren ramadhan, maklum sebagai guru agama Islam tentu sudah bukan rahasia lagi jika saat pesantren ramadhan dilaksanakan memiliki tugas paling besar porsinya yaitu membimbing anak-anak untuk mengikuti pesantren ramadhan. Meskipun terkadang sudah memberikan pengertian kepada teman guru yang lain untuk bisa melakukannya secara bersama-sama akan tetapi kebanyakan mereka selalu bilang bahwa mereka bukan guru agama, yang bertanggungjawab ya guru agama.

Meskipun demikian aku juga tidak kehilangan akal, setelah konsultasi dengan kepala sekolah maka aku buat jadwal kegiatan materi yang akan diberikan selama bulan ramadhan. Jika biasanya semua kegiatan yang menghandle dan melaksanakan hanya guru agama Islam, maka saat ini para guru harus dilibatkan. Oleh sebab itulah satu persatu guru senior aku beri jadwal untuk mengisi materi yang telah aku jadwalkan sebelumnya, hehehehe.

Seperti dugaanku, ada yang menerima ada juga yang menolak untuk mendampingi anak-anak pesantren ramadhan. Tapi dalam hal ini aku mafhum dan tetap saja beliau-beliau aku ajak untuk bersama-sama mnegisi kegiatan pesantren ramadhan. Apalagi saat ini ternyata aku mendapatkan tugas untuk ikut workshop guru PAI SLB se Indonesia di Bogor, alasan itulah yang aku sampaikan kepada guru-guru yang enggan terlibat dalam pesantren ramadhan. Dan alhamdulilah akhirnya meskipun dengan agak terpaksa mereka juga mau menerima tugas mengisi materi.

Meskipun sesungguhnya aku merasa agak berat untuk meninggalkan kegiatan pesantren ramadhan di SLB Negeri Ungaran, akan tetapi tugas tetap harus aku tunaikan. Semoga kegiatan pesantren ramadhan yang telah aku susun dapat terlaksana dengan baik. Amien.

Post a Comment