Ketika Harus Memilih

Dalam hidup ini, semua diciptakan memang berpasang-pasangan, ada siang-malam, ada hitam-putih, besar-kecil, panjang-pendek, laki-laki-perempuan, baik-buruk dan lain sebagainya. Pada hakikatnya manusia diciptakan memiliki potensi untuk memilih hal yang sudah berapasang-pasangan tersebut. Karena memang sudah menjadi kodrat dari manusia untuk menjalani kehidupan ini dengan harus memilih sesuai dengan apa yang diinginkannya.


Begitu juga dengan aku, sejak lama memang sudah menjadikan sebuah prinsip dalam hidupku dimana segala sesuatunya memang sudah digariskan olehNYA. Manusia hanya bisa berusaha menjalani apa yang sudah menjadi takdirNYA, namun meskipun segala sesuatu sudah ada garisnya sendiri-sendiri manusia juga diberikan kesempatan untuk memilih jalan hidup yang diyakininya. Karena dalam diri manusia memang sudah diberikan akal untuk berpikir dan menentukan pilihan apa dan bagaimana seharusnya dia menjalani kehidupan ini.

Sudah hampir dua bulan ini, aku memang sedang dihadapkan kepada beberapa pilihan hidup. Diantaranya adalah pilihan aku harus meneruskan pekerjaan yang sudah aku jalani selama 5 tahun lebih atau memilih berhenti dan untuk sementara waktu berkonsentrasi menyembuhkan diri dari sakit yang sudah aku alami 1 bulan lebih. Di masa-masa penyembuhan itulah aku dihadapkan pada berbagai pertanyaan yang suliit untuk aku jawab. Ketika aku harus memilih untuk berhenti bekerja itu artinya pemasukan keuangan secara otomatis akan berkurang bahkan berkurang sangat banyak. Artinya kebutuah hidup keluarga juga terkena imbasnya.

Namun jika tidak berhenti bekerja maka dampaknya adalah pada kesehatanku. Yaa Allah, pilihan sulit bagiku. Namun, setelah berkonsultasi dan berdiskusi dengan orang tua, saudara lebih-lebih kepada istri tercinta akhirnya sebuah pilihan tetap harus aku ambil. Dari berbagai masukan, akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bekerja untuk sementara waktu dan lebih fokus pada kesehatanku terlebih dahulu karena itu lebih penting dari pekerjaan. Karena bagaimana bisa bekerja jika aku sakit, makanya keputusannya adalah aku harus istirahat total..

Keputusa itu memang mendatangkan sisi positif dan negatif. Positifnya tentu saja kesehatanku semakin membaik, aku bisa beristirahat cukup dan makan juga teratur. Yang paling penting adalah aku bisa berkumpul bersama istri dan anak tercinta di rumah dalam waktu yang relatif banyak. Dan hal inilah yang merupakan kebagiaan yang sangat besar yang aku rasakan, karena selama ini aku jarang bersama-sama mereka. Selain itu, aku juga bisa beribadah dengan lebih khusyuk. Bisa salat berjamaah dengan istri setiap kali waktu salat tiba, bisa membaca al Qur'an sehabis salat secara teratur. Yang jela aku merasakan kedamaian dan kebahagian yang tidak aku rasakan hampir dalam 6 tahun terakhir ini.

Meskipun secara ekonomi keuangan keluarga jadi menurun, namun aku yakin pasti suatu saat ada jalan yang lebih baik yang diberikan oleh Allah. Harapanku semoga aku benar-benar diberikan kesembuhan secara total agar aku bisa kembali lagi mencari pekerjaan yang lebih baik, baik bagiku dan juga baik untuk keluarga dan aku tetap bisa beribadah kepadaNYA sebaik mungkin. Amin.

Post a Comment