Antri BBM

Malam ini secara resmi pemerintah akan mengumungkan kenaikan harga BBM kepada masyarakat, itu artinya mulai besok pagi, tepatnya setelah jam 00.00 WIB harga bensin yang semula 4500 akan naik menjadi 6500. Kenaikan harga BBM memang hampir bisa dipastikan, meskipun gelombang penolakan masih berlangsung di seluruh penjuru nusantara. Namun hal tersebut tampaknya tidak akan berpengaruh kepada rencana pemerintah tersebut.



Namanya mau dinaikkan tentu saja membuat heboh semua kalangan masyarakat, baik yang kaya maupun yang miskin, semua saat ini sedang rela antri selama berjam-jam hanya demi bisa membeli harga BBM khususnya premium untuk motor dan mobil yang dimiliki. Sehingga tidak mengherankan jika saat ini hampir semua SPBU tidak tutup karena melayani orang-orang yang mau membeli BBM. Sungguh kenaikan harga BBM telah membuat seluruh masyarakat menjadi kalang kabut.

Gambar

Bukan hanya di wilayah Jakarta saja yang terdapat antrian BBM, hampir di seluruh SPBU saat ini sedang ramai karena antrian konsumen. Bahkan sebagian SPBU ada yang menambah kuota permintaan demi mendapatkan keuntungan yang besar. Fenomena kenaikan harga BBM sejak dulu hingga sekarang memang selalu menghadirkan drama antrian dari para konsumen yang memang membeli BBM sebelum harga baru benar-benar diberlakukan besok pagi.

Kenaikan harga BBM bagi orang yang kaya tentu tidak akan terasa, karena harga berapapun mereka bisa membelinya. Lain lagi dengan  warga miskin yang tentu saja akan keberatan jika BBM naik, karena kenaikan harga BBM akan menjadika semua kebutuhan harga pokok naik, sedangkan rakyat miskin belum tentu bisa akan bisa membeli bahan-bahan pokok tersebut karena harganya juga ikut naik sesuai dengan harga pasar.

BBM naik maka harga sembako juga naik, itulah konsekuensi logis dari kenaikan harga BBM. Semoga ke depannya masyarakat akan lebih bisa menerima setiap kebijakan pemerintah, meskipun pada kenyataannya hal tersebut berdampak buruk bagi mereka. Semoga masyarakat kita lebih bijak dan sabar dalam menghadapi masalah ini.

No comments:

Post a Comment