Dengan ASUS E202, Semua Pekerjaan Selesai Tepat Waktu

Ngomongin soal profesi nihh, kira-kira profesi apa sih yang mulia di dunia ini menurut kalian? Banyak orang menyebut bahwa di antara profesi yang mulia adalah menjadi dokter, betul sekali karena dokter sering menolong orang sakit ya kann... lalu apalagi hayooo?

Di antara sederet profesi mulia lainnya selain dokter adalah menjadi seorang guru atau pendidik, betul gak? Yess 100% jelas benar sekali! Paling tidak begitulah anggapan banyak orang, bahwa profesi guru danggap sangat mulia karena guru memiliki tugas dan tanggungjawab besar dalam mencerdaskan dan mendidik generasi penerus bangsa di manapun juga. Bahkan di negeri kita tercinta Indonesia guru dianugerahi gelar sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Dan Alhamdulilah saat ini saya menjadi bagian dari orang yang dianggap memiliki profesi mulia tersebut, seneng dan sangat bersyukur tentunya. Apalagi hal tersebut merupakan salah satu kebanggaan dari kedua orang tua saya sejak dahulu, di mana mereka berharap salah satu dari anak-anaknya ada yang menjadi seorang guru. Saya pun bersyukur bisa mewujudkan harapan mereka sebagai bagian kecil dari bakti saya kepada kedua orang tua tercinta.. hiks hiks jadi terharu...

Namun, di balik rasa senang menjadi bagian dari orang-orang yang dianggap mulia tersebut tugas berat dan tanggungjawab besar sajatinya menjadi konsekuensi ketika kita menyandang gelar sebagai seorang guru. Jika selama ini banyak yang mengganggap bahwa tugas guru hanya mengajar dan mendidik siswa di sekolah saja, maka saat ini hal tersebut perlu segera dikoreksi dan direvisi lhoo... pasalnya saat ini tugas guru tidak hanya sebatas mengajar di dalam kelas, melainkan juga punya side job yang tak kalah berat dan penting.


Apa sih tugas sampingan guru? Kalau mau jujur banyak sekali lhoo tugas di luar tugas mengajar, misalnya melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), membuat laporan Biaya Operasional Sekolah (BOS), membuat laporan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), membuat laporan Biaya Operasional Pendidikan (BOP), serta masih banyak lagi tugas lainnya terutama tugas membuat berbagai laporan kegiatan yang berkaitan dengan berbagai bantuan yang diterima sekolah.

Saya sendiri sebagai salah satu guru di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Ungaran benar-benar merasakan betapa besar tanggungjawab menjadi seorang guru, bukan mengeluh lhoo yaa... cuma mau berbagi pengalaman saja tentang apa dan bagaimana sebenarnya menjadi seorang guru dengan berbagai tugas, tanggungjawab serta kewajiban yang harus dikerjakan setiap harinya.

Semester II tahun pelajaran 2016-2017 ini misalnya, saya benar-benar merasakan betapa banyak dan padatnya kegiatan di sekolah. Bukan hanya mengajar, saya juga mendapatkan amanah dari sekolah untuk menjadi panitia Bantuan Operasional Sekolah (BOS), panitia bantuan Pembinaan Pendidikan Keluarga (Bindikel) dari Direktorat Pendidikan Keluarga, panitia Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) tingkat Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Kabupaten Semarang, dan juga panitia Ujian Sekolah dan Ujian Nasional. Dari semua kepanitian tersebut saya ketiban sampur (mendapat tugas) menjadi sekretaris. Itu artinya saya harus mendapatkan tugas yang berkaitan dengan seluruh administrasi kegiatan.

Padahal sebagai guru saya juga tetap berkewajiban untuk membuat bahan ajar, Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP), membuat soal Ujian Tengah Semester maupun soal Ujian Akhir Semester, serta tak ketinggalan juga membuat laporan penilaian siswa. Di luar tugas sekolah tersebut saya juga mendapat amanah menjadi sekretaris panitia amalan Ramadhan Masjid Al Ikhlas Ngaliyan Semarang, tempat di mana saya tinggal. Bukan itu saja lhoo, saya juga masih tercatat sebagai seorang blogger *cie..cie..cie yang erat kaitannya dengan aktifitas tulis menulis. Bisa dibayangin deehh betapa banyaknya tugas-tugas administrasi yang harus saya pikirkan, saya tulis dan saya selesaikan, hadehhh!!

Stresss... tidak sampai sihh.. Cuma... yaa... pusing! hehehe, betapa tidak di sekolah disibukkan dengan kewajiban mengajar sekaligus harus berkutat pada tugas untuk menyelesaikan berbagai administrasi yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar maupun dengan berbagai bantuan yang didapat sekolah. Jika di sekolah tugas bisa saya kerjakan dengan menggunakan perangkat komputer sekolah, namun ketika tugas tersebut tidak bisa selesai dikerjakan di sekolah, mau nggak mau harus saya bawa pulang. Saya nggak mau dunkk dianggap tidak profesional karena tidak bisa menyelesaikan tugas yang telah diamanahkan kepada saya.



Untung saja saya punya teman setia yang menemani setiap kali saya mengerjakan berbagai tugas sekolah yang seabreg tersebut. Teman yang selalu ada setiap saya butuhkan kapanpun dan di manapun, dia adalah “notebook ASUS seri E202”, sosok kecil, mungil, tipis, enteng namun memiliki segudang kelebihan. Di antara kelebihan ASUS E202 adalah memiliki dimensi 193 x 297 mm dan tidak lebih besar dari ukuran kertas A4, minimalis banget kan? Tentu saja hal tersebut akan membuat nyaman saat dibawa dan mudah disimpan di dalam tas yang kita bawa.

Notebook mungil ini juga sangat ngerti perasaan saya. Nggak berisik, nyaris tak terdengar suara mesin dan kipas muter. Saya paling nggak suka ada suara-suara apapun kalau lagi kerja terutama pas sedang lembur malam, makanya saya suka menyendiri untuk menghindari kebisingan demi konsentrasi penuh saat mengerjakan pekerjaan saya. Saat kondisi tenang, saya bisa lebih cepat menyelesaikan semuanya.

Kelebihan lainnya dari ASUS seri E202 adalah  bahwa notebook yang hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS ini tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge. Sehingga kita tinggal pilih warna apa saja sesuai dengan kesukaan kita lhoo.. kerennn kan, kalau saya paling suka warna dark blue terlihat macho , gitu. hehehe



Bukan itu saja lho guys kelebihannya, salah satu yang paling membuat saya jatuh hati pada ASUS seri E202 adalah bahwa notebook berukuran A4 ini menggunakan prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0. Ini nih.. yang membuat saya semakin semangat berkerja meskipun harus sampai lembur  untuk menyelesaikan berbagai tugas yang telah diamanahkan kepada saya baik itu tugas dari sekolah maupun tugas sosial di masjid perumahan tempat saya mengontrak. Bahkan ASUS seri E202 memiliki daya tahan yang luar biasa, meskipun sering saya gunakan untuk lembur menyelesaikan tugas administrasi, namun tidak pernah ngadat, maupun ngambek di tengah jalan. Rasanya nyaman banget berkerja ditemani si kecil, mungil tapi jagoan, ASUS seri E202 memang jozzz....


 Meskipun saya memiliki banyak tanggungan tugas untuk semester ini, Alhamdulilah satu persatu bisa selesai tepat waktu. Laporan pertanggungjawaban (LPJ) BOS untuk semester ini selesai, LPJ bantuan Bindikel rampung, LPJ Porseni beres, administrasi dan LPJ Ujian Sekolah (US) dan Ujian Nasional (UN) kelar, membuat RPP, membuat soal UTS maupun soal UAS serta penilaian siswa untuk kenaikan kelas juga dapat terselesaikan dengan baik, begitu juga administrasi kegiatan amalan ramadhan tahun 1438 H juga bisa saya kerjakan sesuai deadline yang telah ditentukan. Seneng dehh rasanya jika semua pekerjaan bisa terselesaikan tepat waktu.




Oleh sebab itulah sebagai seorang guru saya memiliki harapan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan untuk memberikan bantuan kepada sekolah berupa pemberian notebook khususnya ASUS seri E202 dengan harapan agar para guru semakin produktif dan kreatif dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diembannya.


Jujur saja, saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika saya tidak memiliki ASUS E202. Tentu tugas-tugas yang telah dilimpahkan kepada saya tidak bisa selesai tepat waktu, dan itu artinya saya tidak bisa mudik ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri 1438 H bersama ibu, bapak dan keluarga besar saya karena masih masih memiliki tanggungjawab berkutat pada tugas di Semarang. Bersama ASUS E202 tugas selesai, hati senang dan riang, lebaran nyaman di kampung halaman....!! Alhamdulillah.

11 komentar

ASUS E202 memang keren. Saya juga sudah pernah memakainya. Ukuranya minimalis dan bisa dimasukan kedalam tas kecl. Kemarin pas saya pergi, saya juga bawa notebook ini, bobotnya ringan, jadi gak bikik pegel di pundak. Recomended pokonya, terutama buat anak sekolah atau mahasiswa, ataupun pekerja kangamir dot kom

Reply

sesuai harapan ya kalau pakai asus buat kerjaan, asyik senangnya kalau pekerjaan tepat waktu dan bisa nampung kerjaan lain... hehehe. ASUS EeeBook E202 Mantap, Mas_ mari kunjungi juga tulisan ku ..

http://www.yellsaints.com/2017/06/6-keuntungan-memiliki-produk-asus-yang.html

Reply

Batre awet, kerjaan jadi gampang ngerjainnya. Duh pengen punya Asus ini juga deh

Reply

Asus ini minimalis,enak dibawa, hemat batre. Saya suka saya suka

Reply

Wiihh tipisss.. cucok nih buat si mungil kaya aku

Reply

Semangat ya pak guru ,buat kerjaan segitu bnyk emang butuh laptop yg keren kaca Asus

Reply

Mantap banget nih kalau Pak guru punya notebook kece begini pasti makin produktif

Reply

Terima kasih sudah ikutan #E202BlogCompetition. Good luck.

Reply
Anonymous mod

nice article

salam kenal

Reply

Keren reviewny lengkap banget gan, mampir ya ke blog q. salam kenal juga gan.

Reply

Apapun profesinya, notebook Asus E202 sangat cocok untuk menunjang aktivitas ya... Good luck buat lombanya. Eh BTW saya juga ikutan loh, kuylah kepoin blog ndeso saya

Reply

Post a Comment