Zenfone Max M2, Pemanfaatan Smartphone untuk Anak Berkebutuhan Khusus


Saya adalah salah satu staff pengajar (guru) di Sekolah Luar Biasa Negeri Ungaran kabupaten Semarang Jawa Tengah. Saya pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Ngajar di sini sudah 10 tahun, yaa, belum terlalu lama sih, jika dibandingkan dengan para senior saya yang sudah PNS, mereka semua hampir 30 tahun menjadi guru di SLBN ini.

Saat pertama kali masuk saya tidak sendiri, ada 9 teman lainnya juga diterima menjadi tenaga honorer. Ada yang menjadi guru kelas, Tenaga Tata Usaha (TU), satpam, dan ada juga yang menjadi OB.

Dari 10 orang tersebut kini tinggal saya dan dua teman yang masih bertahan, sedangkan 7 orang lainnya telah mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Bahkan saya dulu juga berniat mengundurkan diri karena merasa gagal untuk beradaptasi di lingkungan pendidikan Luar Biasa. Namun niat mengundurkan diri urung saya lakukan karena berbagai saran dan masukan dari dosen teman dan juga saudara yang mengatakan bahwa mengajar di SLB adalah ladang ibadah. 



Harus saya akui menjadi guru SLB bukanlah perkara mudah, apalagi disiplin keilmuan yang saya dapatkan selama di bangku kuliah tidak pernah bersentuhan dengan metode dan strategi mengajar anak berkebutuhan khusus. Sehingga sangat wajar jika pada awal-awal saya bekerja sempat mengalami stres ringan karena bingung menghadapi siswa dengan berbagai macam ketunaan dan karakter.

Selama 10 tahun mengajar di SLB, saya mengalami pasang surut semangat dalam menjalankan tugas mulia ini. Betapa tidak, setiap hari saya harus berhadapan dengan anak-anak dengan berbagai macam karakter yang berbeda. Namun, tidak ingin menjadi orang dholim saya harus ikhlas dan saya punya prinsip bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga tetap harus mendapatkan pelayanan yang maksimal. 

Untuk itu, saya harus siap mempersiapkan metode mengajar yang pas, bagaimana pun, metode mengajar yang variatif akan membuat anak didik merasa senang. Paling pas setelah sekian lama pengalaman saya mengajar, anak SLB lebih senang diajar dengan cara belajar sambil bermain. 


Kepikiran juga kalau saya bisa memanfaatkan handphone saya sebagai media saya mengajar, masih belum menemukan yang pas sih, metode ajar menggunakan games di handphone, mungkin?. Karena selama ini saya baru bisa menggunakan video di youtube yang saya download sebagai media ajar visual, kemudian saya tayangkan menggunkaan leptop dan proyektor di kelas. 

Zenfone Max M2, Handphone Gaming Sarat Guna


Sebagaimana kita ketahui bersama pada 11 Desember 2018 lalu ASUS meluncurkan produk barunya yaitu Zenfone Max Pro M2, Zenfone Max Pro M2, dan ASUS ROG Phone yang disambut gegap gempita utamanya oleh para gamer tanah air. Smartphone ini memang didesain dengan spesifikasi yang unggul untuk bermain game. Apalagi smartphone ini memiliki peningkatan yang sangat signifikan pada beberapa spesifikasi dibandingkan dengan pendahulunya, sehingga boleh dikatakan bahwa zenfone tipe terbaru ini adalah smartphone gaming yang sarat Guna.

Bukan ASUS namanya kalau nggak sebaik ini, jadi melalui om Yahya Kurniawan. ASUS Indonesia akan membagikan 20 Unit Zenfone Max M2. Saya menyebutnya adik dari Zenfone Max Pro M2, memiliki kualitas sebagai smartphone gaming.

Smartphone ini sebagaimana lumrahnya HP lainnya bisa digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari misalnya untuk telpon, sms, bermedia sosial dan juga bermain game. Meskipun tidak ada embel-embel PRO pada Zenfone Max M2, namun HP ini tidak berarti kalah dalam spesifikasi loh, handphone ini diluncurkan untuk para gamer yang ingin mempunyai Handphone gaming dengan harga miring. 

Hmmm,, terus, Guru boleh nggak punya HP ini?

Boleh banget, dong! ZenFone Max M2 didesain dengan ukuran layar all screen 6.3 inci, layar 19:9 dengan resolusi HD+, layar lebarnya membuat nyaman mata saat ngegame. Kebayang dong, saya juga ngerasa nyaman mana kala menggunakan Zenfone Max pro M1 untuk ngajar. Layar Zenfone Max Pro M1 saja sudah bikin nyaman untuk membaca juz Amma kalau sedang ngajar BTQ, kalau Zenfone Max M2? pasti tahu dong, jawabannya akan... NYAMAN BANGET!

Otaknya menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 632 yang membuatnya kinerja Handphone ini cepat, anti ngelag, anti ngehang, performa tinggi tetapi hemat daya dan tidak panas. System operasi pure Android Oreo 8.0 sehingga sangat ringan dalam pengoperasiannya.


Beberapa keunggulan lain yang dimiliki oleh Zenfone Max M2 adalah memiliki baterai dengan daya yang besar yakni 4.000mAh. Penting sekali HP ini saya memiliki, karena  daya baterai besar membuat saya bisa mengoptimalkan jam mengajar saya di beberapa kelas tanpa perlu sering-sering nancepin kabel ke colokan. Apalagi bila saya menggunakan HP saya ini untuk media ajar. 


Kameranya juga mempunyai peningkatan dari Zenfone sebelumnya (Zenfone Max Pro M1). Yaitu dual-camera 13MP dan 2MP (f/1.8) dan kamera depannya 8MP. Meskipun ini handphone gaming, tetapi sudah mempunyai kualitas kamera yang mumpuni, Video juga sudah full HD, buat bikin video yang hendak di-upload di youtube juga tidak akan mengecewakan. Saya pasti makin semangat dokumentasi pribadi dengan Zenfone Max M2, karena saya juga sedang nyusun naskah untuk buku saya yang di dalamnya didukung gambar-gambar kegiatan saya di sekolah. Doain cepat selesai, ya...

Audionya bagaimana? Yang bikin saya pengen banget punya Zenfone Max M2 ini karena saya juga sering menyalakan video kartun Dodo untuk warming up murid-murid saya. Suara yang kencang namun tetap nyaman di telinga, pasalnya Zenfone Max M2 ini dilengkapi dengan 5 magnet speaker dan amplifier NXP dengan distorsi rendah, sehingga menghasilkan suara yang jernih dan jelas. Wis tho, suara Nisa Sabyan makin memesona di telinga saya sampai menusuk kalbu, halah-halah... 


Satu lagi, Zenfone Max M2 hadir dalam dua pilihan warna Midnight Black dan Meteor Silver. Kamu suka yang mana? Kalau saya lebih suka midnight black, dong. Lebih lelaki!.

FYI, saat ini saya memakai Asus Zenfone Max Pro M1. Sebagai penyuka zenfone atau biasa disebut Zenfans, saya juga ingin experience juga mempunyai zenfone Max M2 ini, karena seperti halnya ilmu, saya ingin upgrade juga dengan handphone saya. Sepertinya kepercayaan diri saya akan bertambah bila saya mempunyai Zenfone Max M2. Seperti yang sudah saya tulis di atas, akan lebih keren lagi pemanfaatan smartphone untuk anak-anak saya di sekolah.

Oiya, supaya lebih afdhol, saya rangkumkan spesifikasi Zenfone Max M2, Cekidot!

Spesifikasi ZenFone Max M2:
  • Qualcomm Snapdragon 632
  • Baterai berkapasitas 4000 mAh
  • 6.3” HD+ All screen Display
  • Dua Kamera belakang 13MP + 2MP (f/1.8)
  • Kamera selfie 8MP
  • RAM hingga 4GB, internal storeage hingga 64GB
  • Metal Body Design dengan 2.5D Arc Glass
  • Triple Slots (Dua Nano SIM Card + Micro SD card hingga 2TB)
  • OS: Android 8.1 Oreo
Harga ZenFone Max M2 dibedakan dari ukuran RAM dan ROMnya. Untuk ZenFone Max M2 (3/32) Rp. 2,299,000, sedangkan ZenFone Max M2 (4/64) Rp. 2,699,000.

Punya handphone mumpuni seperti ini akan lebih bisa membuat kita lebih produktif. Barangkali nanti, bila Allah menakdirkan, saya menjadi guru yang mempunyai gagasan ide metode mengajar anak-anak berkebutuhan khusus dari Zenfone Max M2 yang saya idam-idamkan. Aamiin.

Post a comment